Berapa banyak yang kutahan sendiri, berapa banyak yang kusimpan sendiri, berapa banyak aku merasa terseok seok untuk bertahan hidup. Tadinya tak paham kenapa kalau ada yang meninggal seringkali disebut Allah lebih sayang, ya karena mungkin itu salah satu jalan melepas kelelahan panjang hidup di dunia. Hidupku baik, sangat baik tapi rasa lelah itu terus hadir. Luka yang seringkali jadi trauma yang hilang dan timbul tanpa bisa ditebak bahkan kadang tak mampu dikendalikan. Satu satunya alasan adalah karena bunuh diri itu dosa! Selebihnya aku menjalani hari hari dengan survive dari satu hal menuju hal lainnya, dari satu hari menuju hari lainnya. Padahal secara sadar aku pun belum siap pulang, amalku terlalu kopong, terlalu ringan untuk citaku bertemu Rabb dan nabi di Surga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar