Senin, 03 Agustus 2026

Aku Telah Belajar Menerima

Menariknya, kini aku telah belajar..
Belajar untuk menerima ketika tidak mengharapkan 
Belajar untuk menerima ketika tidak dipedulikan
Belajar untuk menerima ketika diperlakukan berbeda

Pelajaran yang membawaku pada diri sendiri
Ya, semua kulatih sendiri.
Untuk percaya pada diri sendiri
Untuk berani meski ditinggal sendiri
Untuk tetap berjalan meski sendiri
Untuk tetap kuat menahan semua beban diri

Aku belajar untuk tidak lagi peduli, selain pada diriku sendiri.
Aku belajar bahwa pada akhirnya aku mmg benar benar sendiri.

Ada dada yg pernah tiba2 terasa perih...
Ada kepala yang terus dibuat bising


Jumat, 01 Mei 2026

Hakikat Lelah ku..

Plot twist nya ternyata aku lelah pada kehidupan bukan karena perjalanan S3.
Berapa banyak yang kutahan sendiri, berapa banyak yang kusimpan sendiri, berapa banyak aku merasa terseok seok untuk bertahan hidup. Tadinya tak paham kenapa kalau ada yang meninggal seringkali disebut Allah lebih sayang, ya karena mungkin itu salah satu jalan melepas kelelahan panjang hidup di dunia. Hidupku baik, sangat baik tapi rasa lelah itu terus hadir. Luka yang seringkali jadi trauma yang hilang dan timbul tanpa bisa ditebak bahkan kadang tak mampu dikendalikan. Satu satunya alasan adalah karena bunuh diri itu dosa! Selebihnya aku menjalani hari hari dengan survive dari satu hal menuju hal lainnya, dari satu hari menuju hari lainnya. Padahal secara sadar aku pun belum siap pulang, amalku terlalu kopong, terlalu ringan untuk citaku bertemu Rabb dan nabi di Surga. 

Rabu, 18 Maret 2026

Rasa yang Tak Diketahui Siapapun

Kukira sudah waktunya meninggalkan blog ini, ternyata aku masih butuh ruang untuk menuliskan rasa-rasa yg tak nyaman. Nanti mati ku akan seperti apa ya? Adakah yg akan dgn tulus hadir mengantarkan dan mendoakan? Adakah kebaikan yg tertinggal, adakah orang2 yg akan mengingat kenangan baik, adakah doa tulus melangit untuk menghiasi keindahan di kehidupan baru?
Jika masih ada kesempatan panjang untuk ku hidup mengumpulkan bekal, bagaimana kah aku akan menjalani kehidupan itu? Akankah diberi kesempatan hidup bersama manusia2 yg memberikan rasa aman, memberi ruang yg menenangkan, dan memberi ku tempat di hati terdalam. Akhirnya aku tahu kenapa ayah dulu begitu sering memuji dan bersuka cita utk setiap pencapaiianku, krn ternyata waktu ayah tdk lama bersamaku. Semua kenangan itu setidaknya pengingatku bahwa ada yg menjadikanku manusia spesial di matanya, aku tak seburuk itu. Meski sekarang semua kulalui sendiri, pencapaian kurayakan sendiri, kesulitan kuselesaikan sendiri, kesedihan kusimpan sendiri, keinginan kuwujudkan sendiri. Tanpa ada yg menanyakan are you oke? Tanpa ada yg bilang gapapa, aku temenin ya.Tanpa ada yg ingin tahu apa yg kamu suka dan tak suka. Tanpa ada yg ingin tahu seberapa besar keinginanmu utk menyerah pd hidupmu. Sampai terkadang menerka2 pertanyaan, ohh apa krn ini kalau ada yg meninggal selalu dibilang Allah lebih sayang. Karena beratnya kehidupan yg akhirnya membawamu ingin pulang.

Tak pernah terkoneksi

Bukankah kamu sudah tau, kalau kamu mmg tidak dianggap menjadi bagian dari rumah itu. Kenapa masih harus sedih? Bukankah kamu sebelumnya juga sudah menyadari arti dirimu disana, knp masih sedih. Bukankah kamu sudah benar2 sadar kalau mmg kamu tidak ada artinya? Lalu, kenapa masih berharap.
Kamu mmg tak punya siapa pun yg melihatmu dgn rasa syukur akan ada nya dirimu, tapi bukankah selama hidup mmg bukan utk dilihat atau diakui manusia? 
Bukankah kamu mmg bukan siapa2, jd cukup jalani hidupmu, bahagiakan dirimu, siapkan kematianmu. 

Rabu, 03 Juli 2024

Penuntut Ilmu

Siapa sangka ternyata Siti Khodijah menempuh jenjang S3. Hal yang pernah terucap ayah menjadi hal nyata.
Perjuangan semester 1, 2, 3 dan 4 bukan hal mudah.
Semester 1 sungguh excited dan bersemangat tapi menjadi tantangan utk bisa kembali belajar beradaptasi dengan orang baru  lingkungan baru rutinitas baru. Semester 2 semakin terasa tekanan dan himpitan deadline, ditambah kondisi kesehatan yang sering menurun sampai akhirnya dihadapkan dengan operasi hemmoroid di hari terakhir UAS. Sem 3 diuji dengan ujian di tempat kerja dan akhirnya sama sekali tidak berprogres dan tertinggal. 
Sem 4 mencoba kembali mengejar tapi langkah tidak signifikan. 
Perjalanan sekolah ini sungguh memberikan banyak perjuangan pembelajaran. Semoga terlalui dgn sebaik2 perjuangan dan hasil. ALLAH ridho dan semua prosesnya diberkahi.

Kelak kalau aku Telah Tiada Baca Ini

Aku tak menyangka aku msh bisa hidup bertahan sampai kini usiaku 32 tahun.
Sejak kecil banyak periatiwa yang membuat aku menjadi langganan IGD. Klinik 24 jam sudah jadi langganan.
Sering kusembunyikan sakitku, hingga akhirnya tak kuat aku berada di puncaknya sakit dan tak bisa lagi tertutupi.
Ketika dewasa rasa sakit yang tak tertahan lbh sering hadir. Aku cuma mau bilang, ini bukan lebaynya aku tp memang aku merasakan sakit dan butuh pertolongan.
Bukan maunya aku menyusahkan ibu, tp siapa lagi yg aku bisa mintakan tolong utk mengurangi rasa sakitnya.
Kelak kalau aku telah tiada, tolong jangan remehkan orang yg sedang mengeluhkn rasa sakitnya. Jika ia bisa, tentu iya ingin melupakan rasa sakitnya dan menjalani hidup tanpa menyusahkan siapa2.
Kelak kalau dipertemukan dgn orang yg sedang sakit, tolong bantu dia dan jika tidak dpt membantu jangan lukai hatinya dgn kata2mu yang kasar dan menyudutkan.


Luka dari rahim yang sama

Orang yang ternyata merendahkanmu dihadapan teman2mu..
Orang yang ternyata tak ingin kehidupannya dimasuki olehmu...
Yang tak mengulurkan tangan saat engkau kesakitan...
Yang tak muncul wajah bahagianya saat engkau bahagia ...
Yang tak pernah peduli saat engkau bersedih...
Orang yang menjelek2an cara berpakaianmu...
Yang ternyata menyembunyikan banyak hal
Yang ternyata menghide dirimu di sosial medianya..
Dia adalah orang yang lahir dr rahim yang sama..
Sampai akhirnya aku bingung, siapa lagi yg bisa aku percaya..
Biarkan semua begini, tolong lapangkan hati ini ya Allah...
Engkau yg Maha Tahu bagaimana upayaku utk terus melapangkan hati menghadapi semua perlakuannya..
Aku memilih kematian daripada harus membenci org yg lahir dr rahim yang sama..
Aku berpura2 baik2 saja, walau berkali2 tersayat2...luka yg teramat sering tapi berusaha kutepis dgn berkata, mgkn krn aku jg bukan saudara yg baik...
Kuserahkan diriku dlm penjagaan Mu .
Jauhkn jika mmg dekat mmbuat permusuhan dan kebencian, tp jgn pernah jauhkan aku dr ibuku...
Aku menjadi adik yg sering tak dianggap,
Aku juga menjadi kakak yang sering tak dianggap..
Tapi aku berusaha berdamai dgn itu...
Yang aku tahu ayah dan ibuku mmberiku kasih sayangnya dgn sangat baik...
Ketika semuanya menjauh dan hilang, aku tahu Allah satu2nya yang Tetap menjadi tumpuan.