Jumat, 03 September 2021

Aku Lelah berpura2 Kuat

Aku lelah...
Lelah utk terus mengalah
Lelah utk selalu menahan mau ku
Lelah utk menghadapi berabagai masalah
Lelah utk berpura2 baik2 saja
Lwlah utk selalu mjd org yg hrs mengalah menerima semua perlakuan org...
Hingga akhirnya aku pun lelah utk melakukan apa saja
Aku lelah...
Bahkan saat tertawa tiba2 terketuk pintu meminta utk tdk berisik
Tak akan ada yg peduli aku...
Jika bukan diriku sendiri..
Aku lelah....
Tapi aku blm siap utj pulang...
Kuatkah diri ibi menahan lelah, sampai tiba waktunya di peristirahatan sbeenarnya..

Senin, 23 Agustus 2021

Hatiku hancur berkeping-keping

Air mata terus mengalir
Dada terasa sempit menyesakkan
Tolonglah ...tolong berhenti
Rasanya mmg seperti kaca yg pecah
Tak terelakkan..
Air terus keluar meski otakku kucoba pesankan utk berhenti
Air terus mengalir meski rasanya aku cb temgah menerima
Hatiku bak hancur berkeping2
Patah, sakit yg tak terhindarkan
Aku harus apa agar ini berhenti
Aku hanya ingin tahu diri
Aku mmg harua menerima
Meski pedih, tp itulah kenyataannya
Mgkn mmg kita hanya boleh memberi tanpa berharap apa2..
Doaku
Semoga air ini lekas surut
Semoga sesak ini lekas pulih
Semoga kebahagiaan hakiki menemui jalan utk menghampiri
Aku yg sedang patah hancur berkeping keping
Aku yg tak mampu menahan dan mwnghindar dari rasa ini.
Biarlah tumpah hingga habis...
Terima kasih diri utk mau bertahan
Meski pedih kamu harus bertahan
Sampai nnt pulang...

Aku bisa apa...

Aku bisa apa, selain menerima dan bersabar..
Ini sdh kehendak Nya
Harapku tak sama dgn yg ada

Aku bisa apa
Selain menerima lalu bersabar
Kecewaku tak kan mengubahnya

Aku bisa apa 
Selain menerima lalu bersabar kembali
Karena aku mmg bukan siapa2

Bukankah aku yg mengaku hamba Nya
Lalu bukankah seorang hamba selayaknya menerima apa yg ditetapkan Nya.
Aku tak bisa apa2 selain menerima dan bersabar...
Semua ini lelah dunia yg semoga mengantarku pulang ke kampung yg dirindu
Biarlah menerimanya dan sabarnya aku adalah pintu Ridho Nya
Aku bisa apa, selain berharap pulang kepada Nya dgn husnul khotimah
Bahkan doaku pun mandeg, ya Allah matikan aku dlm husnul khotimah..

Sabtu, 07 Agustus 2021

Allah Yang Maha Tahu

Allah yang Maha Tahu betapa lemah dan rapuhnya kami yg belum menggenapkan agama ini. 
Allah yang Maha Tahu bagaimana kami berjuang menjaga Izzah dan Kesabaran dalam hari2 kami.
Allah Yang Maha Tahu bagaimana banyak candaan, prasangka dan tuduhan atas blm menikahnya kami.
Allah Yang Maha Tahu bagaimana kami menggantungkan harap kami kepada Nya.

Belum menikah membuat kami seakan lemah dan rapuh..padahal Allah Yang Maha Kuat yg sedang mengawasi kami.
Iman kami naik turun, tp kami sellau yakin bahwa prasangka baik kami akan takdir Nya.

Minggu, 30 Mei 2021

Ada Yang Salah

Rasanya ada yg salah dengan diri ini.
Seperginya ayah ternyata aku mjd lbh keras hatinya..aku mudah tersinggung dan marah..Tapi dibalik itu semua aku menangis sendiri di kamar.
Aku merasa tak ada teman, hilang semua ditelan waktu. Sedang waktu terus berjalan, semua terus berlalu. Waktu semakin singkat utk dilewatkan begitu saja. Kadang setan berbisik memberi waswas. Aah aku inj mmg sejatinya lemah, tak mampu tak tak berarti aku hrs menyerah dan meminta pulang.
Aku yg kadang merasa sepi dan ingin dipeluk,  dalam sujudku kubayangkan dalam naungan Mu. Aku menangis meski kadang tak tahu mengapa menangis. Ada ruang hampa, ruang sedih dan takut yg terus hilang timbul. Aku masihkah sanggup berdiri dan berjalan esok? Mimpiku hanya satu, pulangku dlm husnul khotimah.
Selama msh bernyawa, Allah pertemukanlah aku dgn org2 yg baik, yg kebaikannya menyentuh hati yg keras ini. Tolonglah hamba Mu, yg kini sedang tak tahu ada apa dan harus bagaimana. Yg kutahu aku hanya punya Engkau, Rabb ku..yg Maha Memampukan apa2 yg tak mampu kulakukan. Semoga esok akan lbh baik. Qku mampu menjalankan peran terbaik ku sbg Hamba Mu, sebagai Umat Nabi, sbg anak dari Ayah dan Umak, sebagia saudara, sebagai manusia utk manusia lainnya.


Sabtu, 22 Mei 2021

Aku ini siapa

Bissmillah..
Magrib ini, bersamaan suara takbir.. Aku merenungi diri yg penuh dosa. Ada atau tiada aku mgkn tak ada arti lagi. Hidupku tak banyak memberi manfaat utk sekitar. Ya Rabbi, bagaimana aku meneruskan hariku tanpa sakinah di hati. Ada ruang kosong dan hampa yg kadang aku bingung memulai utk mengisinya. Aku takut hidup dlm kesendirian. Sendiri di dunia dan sendiri di akhirat, krn amalku yg amat sedikit dosaku yg begitu banyak. 
Ya Rabbi, tunjukilah hamba jalan yg lurus.
Ku ingin memimpikan kepulangan ku dgn sebaik2 kepulangan.
Aku iri pada para penghafal Quran, pada para syahid yg wafat dlm balutan senyumnya.

Rabbi, ingin aku Engkau wafatkan dalam keadaan iman terbaik, ibadah terbaik, taqwa terbaik dan di sebaik2 waktu dan tempat.
Dalam sujud panjangku di waktu Tahajud. Dalam waktu terbaik tanpa hutang dan tanpa harta yg menumpuk, tanpa beban atau merepotkan orang lain sedikit pun. Pulangku adalah kepulangang utk semakin dekat dengan pertemuanku dgn Mu ya Rabb, dgn Rasul, Sahabat dan Sahabiyah...Orang2 mukmin dan org2 yg aku sayangi krn Engkau..Orabg2 yg baik dan telah berbuat baik kepadaku semasa di Dunia. 
Allah, sabarku tak seluas laut. Syukurku tak sebanyak pasir di lautan..tolonglah hamba utk terus memperbaiki diri, menjadikan diri bersungguh kepada Mu.

Aku yg tak punya siapa2 selain Engkau.

Kamis, 06 Mei 2021

Hanya Allah

Kejadian ini bukan pertama kali.
Mereka mendesak aku memarahi utk ke dokter. Curiga aku punya penyakit. Ingin berhusnuzon tp sikapnya membuat aku kesal seakan mereka ingin sekali sebuah penyakit terungkap.
Ya Allah ya Rahman berikan hamba kesehatan, matikan hamba dlm keadaan tak merepotkan siapa pun.
Yg sedarah pun belum tentu mampu memahami, belun tentu memberikan sakinah, belum tentu mau merawat saat kita sakit. 
Menyudutkan dan menyalahkan. Aku hrs mandiri, menahan sakit, pergi ke dokter dan menahan rasa takut sendiri. Tapi aku yakin Rabb ku tak kan pernah membiarkan ku sendiri. Alhamdulillah setidaknya ini membuatku yakin bahwa hanya Rabb ku dan kepada Rabb aku harus bergantung.
Sedih saat mereka berkata banyak curiga akan sakit ku yg padahal wajar bagi seorang yg haid. Kenapa selalu dibesar2kan.
Aku berlindung kepada Mu  dari penyakit yg membuatku lemah dlm beribadah kepada Mu, dlm beraktivitas menunaikan kewajiban kepada Mu.