Sabtu, 26 Oktober 2019

Yang Berguguran

Aku yang sejak dahulu sungguh bahagia mendapati kesempatan utk dapat melingkar.. Setiap pekannya penuh tanya dan rasa penasaran apa yg akan dilakukan pada lingkaran di pekan selanjutnya.  Berawal dari sentuhan hati bertahan dalam lingkaran yang aku kenal memiliki visi yang sama yaitu Mardhotillah.  Kini,  tak pernah terbayangkan aku berulangkali justru terluka krn lingkaran itu.  Aku tak lagi penasaran, tak lagi menanti dan tak lagi bahagia menyambutnya. Aku yang kini berupaya keras melawan diri yg cenderung ingin tak hadir.  Kini,  rasa ingin berhenti namun aku takut dan sedih. Ada keinginan besar utk beruhlbah dari kondisi saat ini. Kondisi dimana aku sering merasa terluka lalu luka itu membuat dinding yg semakin meninggi dan keras. Tak ingin berhenti,  tetap bertahan saja.. Tapi aku takut tembok itu akan semakin tinggi dan keras hingga akhirnya yg tersisa adalah jarak dan pantulan.  Tapi jika memutuskan untuk berhenti aku takut semua kesempatan utk lebih baik justru semakin menjauh dan hilang. Jalan mana yg harus aku pilih yang Engkau Ridho akan jalan itu. Rabbi.. Aku yg tak ingin menjadi mantan namun tak pula ingin bertahan dlm kondisi seperti ini.. 

Rabu, 21 Agustus 2019

Luka

Aku mmg sdh berubah,  bukan lagi yg menatap masa depan dgn antusiasme.. Aku memilih berjalan seperti air, mengalir bahkan terkadang mendamba "istirahat" dari dunia ini.. Pedih dan kecewa, menumbuhkan rasa tak percaya pada siapa pun...semua org sama saja hanya mampu menerima sisi manfaatku saja..aku yg kadang tak mampu bertahan pada pedih kecewa memilih "istirahat" dari dunia saja daripada terus merasakan luka hingga menjadi senjata yg balik melukai banyak org.  Ingin diam menjadi org yg sabar, tp ternyata tak mampu..
Tak ada satupun org di muka bumi ini yg mampu menarikku dari rasa ini.. Semua sama bagiku,  meski ia adalah ayah atau ibu.. Aku tak mampu membagi pedih dan mengurangi rasa sesak di dada.. Mungkin kata "istirahat" itu baik bagiku. Akhirnya aku memutuskan mempersiapkan akhir istirhatku, hanya ingin menunaikan kewajiban yg belum selesai ditunaikan,  menunaikan hak org lain,  dan menyelesaikan segala persoalan di dunia ini hingga akhir menuju "istirahat" itu aku sdh tak memiliki hutang maupun beban..
Aku mmg tak dinanti hadirnya,  juga mgkn tak ada yg merindu.. Aku hanya duri bagi org lain bahkan orang tua.. Itulah mengapa aku mulai memahami hakikat "istirahat" lebih awal itu mgkn kadang lebih baik bagi sebagian org..itu mjd salah satu cara Allah "mengistirahtkan" hamba Nya..

Minggu, 07 April 2019

Berserah pada Mu Ya Rabb...

Hamdalah..
Alhamdulillah,  Allahuakbar...
Setelah bimbang antara cuci darah atau tidak,  ayah memutuskan utk tidak cuci darah..
La hawla wala quwwata illa billah..
Tahukah apa yg ada di benakku?
Doa utk kedua org tua yg selalu aku lambungkan dan aku percaya bahwa Allah akan kabulkan... Apapun ketetapan Allah adalah bentuk cinta Nya kepada ayah dan umak.. Alhamdulillah tanpa HD ayah hidup normal dan tak dihantui rasa takut dan teror obat yang amat banyak.. (tetap kontrol dan makan obat ke dokter)
Aku tak katakan sembuh,  tapi Allah berikan "kesehatan" kepada ayah.  Dan kesempatan utk mjd lebih baik..Kalaulah kita flashback semua yg telah kita alami bukankah semua penuh dengan hikmah?
Tinggal kitanya saja yg harus kuat dan menguatkan diri dalam sholat dan sabar.. Allah apa kah rencana Mu?
Aku selalu yakin bahwa ketetapan Mu adalah skenario terbaik. Maka apapun ketetapan Mu adalah rahmat yang harus selalu disyukuri, tinggal kitanya saja yg sdh kah sabar menanti hikmah dari ketetepan Nya..
La hawla wala quwwata illa billah..
Aku berserah hanya kepada Allah... 🍃🍃

Sabtu, 02 Maret 2019

Penolong Masa Genting

Momen2 genting,  hiasilah dengan dzikir takkan kita dapati kekecewaan..

Dulu saat pertama kali ke medan dan sendiri,  saya berusaha utk berani meski sebenarnya ada rasa takut.. Tapi Allah..Allah... Allah... Tak pernah putus,  meski lalai berbagai hal yg tak menyenangkan tapi dzikir itu selalu membawa pada akhir yang baik.  Sampai akhirnya dijemput tante di bandara polonia kala itu barulah saya menangis sejadi2nya selama perjalanan di taksi..Tapi Alhamdulillah Allah berikan keselamatan..

Pernah pula saat persiapan ujian tes beasiswa., saat genting menanti tanda tangan pejabat kampus agar bs ikut ujian.. Sendiri berlari sana sini setelah dimarahi, dipermalukan krn satu2nya yg telat dan dibicarakan di depan forum.. Sudahnya mencoba berdialog pd diri sendiri.. Rezeki dari Allah,  tawakal serahkan pada Rabb.. Lalu mengulang berkali kali kata Rabb.. Akhirnya tenang dan bahagia bs melalui hari yg berat itu...

Pernah pula pulang dari acara rapat di kampus,  kala itu mau tak mau harus jalan sendiri di gelapnya jalan fkm menuju pintu 1 lalu di sepinya jalan dr pintu satu menuju kos(ditengah kota yg aku saksikan sering ada kdrt di jalan atau yg sdg mabuk) .. Rabb. Takutnya bukan main,  tp mulut tak berhenti berdzikir... Alhamdulillah Allah berikan perlindungan..

Pernah saat skripsi,  sendiri sampai tengah malam dan pulang jalan menuju kos di sepi dan gelapnya gang (mau tak mau karena bsknya saya harus sidang) ... Lagi,  Allah.. Allah...Allah..

Dalam waktu dekat ini ada momen menyeramkan pula... Lalu kuteriakkan Allahuakbar... Allahuakbar...Allah... Allah...
Alhamdulillah,  apa2 yg ditakuti tdk terjadi...

Semua adalah kehendak dan pertolongan Allah. Atas setiap momen genting lalu Allah berikan pertolongan Nya.. Mungkin menjadi momen terindah,  krn saat itu kita benar2 merasakan dekatnya kita bersama Allah... Krn tak ada siapa2,  kecuali Allah... Allah... dan Allah lagi...

Senin, 12 November 2018

Ayah. .

Kalau lah masih ada umur,  msh ada tenaga... Setelah lalui ini semua rasanya ingin buka lembaga konsultasi...
Bagaimana ciri sektor kesehatan yaitu consumer ignorance membuat kami bingung... Kalau anda bekerja di rumah sakit,  biar pun sedang lelah tolong tetaplah tersenyum.. Krn pd tiap org yg hilir mudik berdatangan ada hati2 yg sedang menangis namun ttp harus terus berjalan kesana kemari dan kuat serta menguatkan... Krn sedikit senyum anda mnjd energi positif,  iya sedikit saja.. 😆😊

Ayah... Lekaslah sembuh dan kembali seperti dulu... Hari begitu berubah semenjak ayah di RSUD..
ayah awalnya tak beri izin siti belajar mobil,  tp skrg ayah ingin agar siti lekas bisa menyetir mobil..
Ayah dulu begitu senang menonton mata najwa dan ILC,  siti kesal ayah tetap menonton... Tp sekarang setiap kali pulang ayah sedang tidur..
Dulu serng ngobrol,  sekarang knp ayah lbh banyak diam..
Ayah jgn putus asa,  Siti yakin Allah pasti bantu... Kun Fa Yakun.. Tak ada yg tdk mungkin kan bg Allah.. Kita minta Allah sehatkan kembali Ayah meski mmg cuci darah jd jalannya..

Minggu, 30 September 2018

Rasa Campur Aduk

Apakah semua perempuan mengalami ini?
Perasaan campur aduk yg tak dapat ditebak.  Rasa sedih,  kesal,  linglung yg datang tanpa tau sebabnya dr mana.  Tanpa tau bagaimana memulihkannya.  Hati yg gusar,  entah pada siapa.  Pada diri sendiri yang amat mudah utk menjadi susah.  Peran A,  peran b,  peran C dan sampai Z lalu menuntut diri utk mampu baik di semua peran. Payah dirasa kemudian lalui saja dgn semampunya yg kemudian membuat bertanya2 apa aku mampu lalu apa aku sdh berusaha maksimal... Atau mgkn timbul rasa kesal karena semua target adalah utk menyelesaikan "peran". Tak ada rasa puas dan bahagia dalam menjalaninya,  lalu bingung apa yg salah.
Perasaan yang campur aduk bahkan pd ibu pun memilih diam drpd keluar kata yg menyakitkannya.
Aaah aku bilang aku rindu,  rindu menghabiskan waktu dlm kajian islam,  dlm talaqqi Quran dalam ibadah2 jamaah... Tapi apa aku juga bohong.. Aku hanya merasa jenuh, bosan atau lelah dengan rutinitas yg sekarang.
Bahkan aku sendiri belum memahami diriku.
Berulang kali terluka mmg membuat aku semakin berani. Berani utk lakukan dan ungkapkan apapun. Bukan krn aku sdh S2,  tp kadang terbersit jadi org baik akan dijahati org2 dgn mudah dan terbawa utk juga mnjd jahat pd org... Toh org jg mikirin diri sendirinya.. Tau salah tp seringkali tak sadar,  muka mjd sulit utk tersenyum.. Inginnya jauh dr banyak org.. Salah satu cara instan yg dilakukan adalah dgn tidur...

Aku ini knp.. Bagaimana caranya keluar dr rasa ini.  Kembali ceria dan penuh dgn optimisme.. Dgn mimpi dan target yg kemudian terangkai dlm doa.  Aku mmg telah berubah.. Tak lagi berusaha kuat utk membantu org banyak.. Krn berulang bati terpecah dan teriris hingga mungkin merasa kebal dan juga mjd bebal.. Hatiku sdh terluka oleh org2 yg pd mereka aku amat sayang.. Syukur semua sdh kembali baik2 saja.  Aku sdh memaafkan dan berbicara pd diri utk membuang rasa marah dan dendam,  tp sayang mgkn ada bekasnya..
Iya bekas yg membuat aku tak lagi ingin menjadi org baik.. Cukup mjd org yg tak menyakiti org lain.. Hidupku jg kini berubah,  cukup mengerjakan kewajiban. Tak lagi punya semangat lebih utk berbuat lebih..
Satu yg ada di benak adalah mimpi terbesarku kematian husnul khotimah..

Krn harta akan sirna,  keluarga pun akan meninggalkan,  semua yg dicinta di dunia akan mudah hilang.. Maka aku inginkan yg kekal.. Kehidupan akhirat yg dpt membawaku utk hidup bahagia selamanya...

Selasa, 15 Mei 2018

Tanyakan Pada Hati

Tanyakan pada hatimu, 
Adakah ia benar benar bahagia mendengar kabar bahagia dr teman2 mu?
Tanyakan pada hatimu,  adakah ia ingin merasakan apa yg org lain rasakan..
Tanyakan pada hatimu,  adakah kamu merasa iri?

Mungkin ada... Meski secuil rasa..
Tapi jauh dari itu,  keinginan terbesar bukanlah menjadi orang lain atau seperti org lain.. Tapi menjadi org yang mampu menebarkan kebahagiaan.. Bukan menjadi sso yg disibukkan akan masalahnya,  akan sedihnya bahkan akan rasa keterpurukannya..
Saat org lain telah jauh melangkah seakan diri masih terjebak dalam kondisi yg sama..
Tak berubah,  tak berpindah..
Apa yg salah?
Mungkin iman yg koyak
Mungkin amal yg kosong
Atau akhlak yg rusak...

Bagaimana ini akan berjalan?
Akankah tersudahi,  terlewati dan terselesaikan dgn baik..
Atau hanya tangis yg kembali berulang,  mata yg kembali bengkak,  hati yg kembali perih, langkah yg kembali melemah...

@krl