Hamdalah..
Alhamdulillah, Allahuakbar...
Setelah bimbang antara cuci darah atau tidak, ayah memutuskan utk tidak cuci darah..
La hawla wala quwwata illa billah..
Tahukah apa yg ada di benakku?
Doa utk kedua org tua yg selalu aku lambungkan dan aku percaya bahwa Allah akan kabulkan... Apapun ketetapan Allah adalah bentuk cinta Nya kepada ayah dan umak.. Alhamdulillah tanpa HD ayah hidup normal dan tak dihantui rasa takut dan teror obat yang amat banyak.. (tetap kontrol dan makan obat ke dokter)
Aku tak katakan sembuh, tapi Allah berikan "kesehatan" kepada ayah. Dan kesempatan utk mjd lebih baik..Kalaulah kita flashback semua yg telah kita alami bukankah semua penuh dengan hikmah?
Tinggal kitanya saja yg harus kuat dan menguatkan diri dalam sholat dan sabar.. Allah apa kah rencana Mu?
Aku selalu yakin bahwa ketetapan Mu adalah skenario terbaik. Maka apapun ketetapan Mu adalah rahmat yang harus selalu disyukuri, tinggal kitanya saja yg sdh kah sabar menanti hikmah dari ketetepan Nya..
La hawla wala quwwata illa billah..
Aku berserah hanya kepada Allah... 🍃🍃
Setiap yang terjadi menjadi warna hidup yang pada akhirnya selalu menjadi pelangi yang indah..pelangi ini akan menginspirasi banyak insan..
Minggu, 07 April 2019
Berserah pada Mu Ya Rabb...
Sabtu, 02 Maret 2019
Penolong Masa Genting
Momen2 genting, hiasilah dengan dzikir takkan kita dapati kekecewaan..
Dulu saat pertama kali ke medan dan sendiri, saya berusaha utk berani meski sebenarnya ada rasa takut.. Tapi Allah..Allah... Allah... Tak pernah putus, meski lalai berbagai hal yg tak menyenangkan tapi dzikir itu selalu membawa pada akhir yang baik. Sampai akhirnya dijemput tante di bandara polonia kala itu barulah saya menangis sejadi2nya selama perjalanan di taksi..Tapi Alhamdulillah Allah berikan keselamatan..
Pernah pula saat persiapan ujian tes beasiswa., saat genting menanti tanda tangan pejabat kampus agar bs ikut ujian.. Sendiri berlari sana sini setelah dimarahi, dipermalukan krn satu2nya yg telat dan dibicarakan di depan forum.. Sudahnya mencoba berdialog pd diri sendiri.. Rezeki dari Allah, tawakal serahkan pada Rabb.. Lalu mengulang berkali kali kata Rabb.. Akhirnya tenang dan bahagia bs melalui hari yg berat itu...
Pernah pula pulang dari acara rapat di kampus, kala itu mau tak mau harus jalan sendiri di gelapnya jalan fkm menuju pintu 1 lalu di sepinya jalan dr pintu satu menuju kos(ditengah kota yg aku saksikan sering ada kdrt di jalan atau yg sdg mabuk) .. Rabb. Takutnya bukan main, tp mulut tak berhenti berdzikir... Alhamdulillah Allah berikan perlindungan..
Pernah saat skripsi, sendiri sampai tengah malam dan pulang jalan menuju kos di sepi dan gelapnya gang (mau tak mau karena bsknya saya harus sidang) ... Lagi, Allah.. Allah...Allah..
Dalam waktu dekat ini ada momen menyeramkan pula... Lalu kuteriakkan Allahuakbar... Allahuakbar...Allah... Allah...
Alhamdulillah, apa2 yg ditakuti tdk terjadi...
Semua adalah kehendak dan pertolongan Allah. Atas setiap momen genting lalu Allah berikan pertolongan Nya.. Mungkin menjadi momen terindah, krn saat itu kita benar2 merasakan dekatnya kita bersama Allah... Krn tak ada siapa2, kecuali Allah... Allah... dan Allah lagi...
Senin, 12 November 2018
Ayah. .
Kalau lah masih ada umur, msh ada tenaga... Setelah lalui ini semua rasanya ingin buka lembaga konsultasi...
Bagaimana ciri sektor kesehatan yaitu consumer ignorance membuat kami bingung... Kalau anda bekerja di rumah sakit, biar pun sedang lelah tolong tetaplah tersenyum.. Krn pd tiap org yg hilir mudik berdatangan ada hati2 yg sedang menangis namun ttp harus terus berjalan kesana kemari dan kuat serta menguatkan... Krn sedikit senyum anda mnjd energi positif, iya sedikit saja.. 😆😊
Ayah... Lekaslah sembuh dan kembali seperti dulu... Hari begitu berubah semenjak ayah di RSUD..
ayah awalnya tak beri izin siti belajar mobil, tp skrg ayah ingin agar siti lekas bisa menyetir mobil..
Ayah dulu begitu senang menonton mata najwa dan ILC, siti kesal ayah tetap menonton... Tp sekarang setiap kali pulang ayah sedang tidur..
Dulu serng ngobrol, sekarang knp ayah lbh banyak diam..
Ayah jgn putus asa, Siti yakin Allah pasti bantu... Kun Fa Yakun.. Tak ada yg tdk mungkin kan bg Allah.. Kita minta Allah sehatkan kembali Ayah meski mmg cuci darah jd jalannya..
Minggu, 30 September 2018
Rasa Campur Aduk
Apakah semua perempuan mengalami ini?
Perasaan campur aduk yg tak dapat ditebak. Rasa sedih, kesal, linglung yg datang tanpa tau sebabnya dr mana. Tanpa tau bagaimana memulihkannya. Hati yg gusar, entah pada siapa. Pada diri sendiri yang amat mudah utk menjadi susah. Peran A, peran b, peran C dan sampai Z lalu menuntut diri utk mampu baik di semua peran. Payah dirasa kemudian lalui saja dgn semampunya yg kemudian membuat bertanya2 apa aku mampu lalu apa aku sdh berusaha maksimal... Atau mgkn timbul rasa kesal karena semua target adalah utk menyelesaikan "peran". Tak ada rasa puas dan bahagia dalam menjalaninya, lalu bingung apa yg salah.
Perasaan yang campur aduk bahkan pd ibu pun memilih diam drpd keluar kata yg menyakitkannya.
Aaah aku bilang aku rindu, rindu menghabiskan waktu dlm kajian islam, dlm talaqqi Quran dalam ibadah2 jamaah... Tapi apa aku juga bohong.. Aku hanya merasa jenuh, bosan atau lelah dengan rutinitas yg sekarang.
Bahkan aku sendiri belum memahami diriku.
Berulang kali terluka mmg membuat aku semakin berani. Berani utk lakukan dan ungkapkan apapun. Bukan krn aku sdh S2, tp kadang terbersit jadi org baik akan dijahati org2 dgn mudah dan terbawa utk juga mnjd jahat pd org... Toh org jg mikirin diri sendirinya.. Tau salah tp seringkali tak sadar, muka mjd sulit utk tersenyum.. Inginnya jauh dr banyak org.. Salah satu cara instan yg dilakukan adalah dgn tidur...
Aku ini knp.. Bagaimana caranya keluar dr rasa ini. Kembali ceria dan penuh dgn optimisme.. Dgn mimpi dan target yg kemudian terangkai dlm doa. Aku mmg telah berubah.. Tak lagi berusaha kuat utk membantu org banyak.. Krn berulang bati terpecah dan teriris hingga mungkin merasa kebal dan juga mjd bebal.. Hatiku sdh terluka oleh org2 yg pd mereka aku amat sayang.. Syukur semua sdh kembali baik2 saja. Aku sdh memaafkan dan berbicara pd diri utk membuang rasa marah dan dendam, tp sayang mgkn ada bekasnya..
Iya bekas yg membuat aku tak lagi ingin menjadi org baik.. Cukup mjd org yg tak menyakiti org lain.. Hidupku jg kini berubah, cukup mengerjakan kewajiban. Tak lagi punya semangat lebih utk berbuat lebih..
Satu yg ada di benak adalah mimpi terbesarku kematian husnul khotimah..
Krn harta akan sirna, keluarga pun akan meninggalkan, semua yg dicinta di dunia akan mudah hilang.. Maka aku inginkan yg kekal.. Kehidupan akhirat yg dpt membawaku utk hidup bahagia selamanya...
Selasa, 15 Mei 2018
Tanyakan Pada Hati
Tanyakan pada hatimu,
Adakah ia benar benar bahagia mendengar kabar bahagia dr teman2 mu?
Tanyakan pada hatimu, adakah ia ingin merasakan apa yg org lain rasakan..
Tanyakan pada hatimu, adakah kamu merasa iri?
Mungkin ada... Meski secuil rasa..
Tapi jauh dari itu, keinginan terbesar bukanlah menjadi orang lain atau seperti org lain.. Tapi menjadi org yang mampu menebarkan kebahagiaan.. Bukan menjadi sso yg disibukkan akan masalahnya, akan sedihnya bahkan akan rasa keterpurukannya..
Saat org lain telah jauh melangkah seakan diri masih terjebak dalam kondisi yg sama..
Tak berubah, tak berpindah..
Apa yg salah?
Mungkin iman yg koyak
Mungkin amal yg kosong
Atau akhlak yg rusak...
Bagaimana ini akan berjalan?
Akankah tersudahi, terlewati dan terselesaikan dgn baik..
Atau hanya tangis yg kembali berulang, mata yg kembali bengkak, hati yg kembali perih, langkah yg kembali melemah...
@krl
Minggu, 17 September 2017
Trend Foto
Kalau dulu trendnya foto2 dan undangan walimahan...sekarang trendnya foto2 bayi lucu atau bumil2..
waktu sdh berganti...Saya tetap dgn pertanyaan yg sama...kapaan?
Alhamdulillah kapan wisudanya udh terjawab..
sekarang lg siapin kapan kerja, trus dibilang siapin jg dong biar bs jawab kapan nikah nya..lah piye salah saya ya belum nikah, apakah ada korelasi prestasi dgn waktu menikah...apakah yg belum menikah krn salah dianya yg ga siap2 dan belum nikah..
Saya percaya skenario hidup org itu beda2, jgn disamaratakan ....bahwa hidup hrsnya lulus, menikah, punya anak dan kerja..Baper itu saat lihat beranda penuh dengan anak2 lucu...hehe namanya cewe ya, kepengen punya yg lucu2.. Tapi Islam mengajarkan, jangan lah iri kecuali pada 3 hal..
pada org yg membaca Al Qur'an siang dan malam, mmbelanjakan harta nya di jalan Allah siang dan malam serta....
Kamis, 25 Agustus 2016
Tak Rela ILC menggiring Opini
- Pihak rokok menganggap bahwa adanya dana dari Bloomberg Initiative menunjukkan bahwa adanya misi asing dari penelitian. Sejatinya seseorang yang telah melakukan penelitian melakukan proses panjang yang tak mudah. Re-search (mencari kembali) artinya penelitian ialah mencari kebenaran yang akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan begitulah yang disampaikan Prof Ascobat. Pada pihak yang menuding hal negative tersebut nampak tutup mata pada tujuan penelitian ini yang sesungguhnya, yaitu investasi kesehatan Indonesia. Prof Hasbullah telah menyampaikan bahwa aliran dana yang Bloomberg berikan tidak diminta imbalan ataupun keuntungan yang mereka bawa, murni diberikan sebagai donatur. Sedangkan pada industry rokok? Mereka membawa keuntungan mereka ke negara mereka setelah melakukan investasi. Mengapa tujuan investasi kesehatan ini lah justru yang dianggap kejahatan.
- YLKI menjaga konsumen dengan mendukung kenaikan rokok karena rokok bukanlah kebutuhan primer. Ada hak anak-anak, ibu hamil dan orang-orang yang terganggu dengan rokok yang perlu diselamatkan. Jika banyak pihak menuding Bloomberg Initiative sebagai alasan antek pihak asing, lalu apa kabar dengan industry rokok yang diboncengi oleh Philip Moris dll? Dan rokok merupakan produk yang tidak layak guna, bahkan masa expirednya saja tidak ada.
- Dari pihak kontra ada yang menyampaikan potensi black market pada masyarakat. Potensi akan membuat rokok yang tidak terstandar BPOM dapat terjadi. Saya juga mengalami keresahan yang sama. Hal ini perlu menjadi perhatian penting saat kenaikan rokok telah diberlakukan, tapi bukan tidak mungkin ada solusinya selama seluruh perangkat daerah dan pemerintah siap bekerja untuk itu.
- Dari IDI menguatkan bahwa ini adalah investasi jangka panjang untuk menghasilkan generasi emas yang memang dalam implementasinya tidak cukup dengan menaikkan cukai rokok tapi perlu ada regulasi lain. Adanya asupan nikotin atau kandungan rokok kepada generasi Indonsia dapat mempengaruhi kecerdasan anak bangsa.
- Perangkat daerah menyampaikan bahwa pemerintah sendiri masih dilema, adanya perdebatan antara dinas kesehatandan dan tenaga kerja saat membahas terkait hal ini. Adanya perbedaan orientasi menimbulkan sulitnya menemukan solusi. Ini menjadi PR untuk para pemimpin untuk menjadi orang yang mampu melaksanakan good governance.
- Pemerintah daerah mengharapkan dilibatkan dalam memutuskan kebijakan-kebijakan yang akan dikeluarkan oleh pusat. Kebijakan kenaikan harga rokok ini (jika dapat) dilakukan dengan cara lain seperti yang dapat dilakukan sebagaimana pendekatan kereta api yang membuat peraturan sehingga tidak ada lagi yang merokok di kereta api. Jika pun kenaikan terjadi, stabilitas harus tetap terjaga.
- Adanya masukan bahwa penelitian yang dilakukan Prof Hasbullah seharusnya tidak hanya dilakukan oleh orang-orang kesehatan namun ikut melibatkan para perokok atau orang-orang yang mendukung industry rokok salah satunya dengan participant observatory agar mereka dapat menerima keabsahan hasil penelitian.
- Hal ini merupakan usulan dari pihak akademisi yang bisa jadi dilakukan bisa jadi tidak dilakukan oleh pemerintah karena banyak juga hasil penelitian akademisi yang tidak dijalankan. Nah, sampai kapan mau seperti itu?