Rabu, 26 Maret 2014

Adik

Tak terungkap bahagianya, punya adik2 yg sayang thdp kakaknya..Aaa, ya Rabb, Engkau selalu berikan hadiah padaku..
Setelah aku merasa banyak kurang sebagai kakak, banyak salah dan banyak celah sebagai seorang qiyadah ataupun kakak sampai aku pun jatuh sakit.. Akhirnya Kau berikan aku hadiah, adik2 yang mnyatakan sayangnya padaku..bahagia rasanya, memang ketika kita tulus menyayangi orang lain, meski mungkin dia tidak mnyadarinya...kasih sayang itu akan dbalas dari arah mana saja..dan mungkin akan berat utk meninggalkan semua ini lagi..
Ana uhibbuk fillah ....
Terima kasih telah mencintai kakak karena Allah adik2ku...
Sungguh, aku pun menyayangi kalian..semoga Allah kuatkan pundak kalian!! HAMASAH!!
Untuk adik2ku yg aku sayangi karena Allah, yg mmbuatku tertawa disela helaan nafas..
Sekali lagi, Sungguh aku mencintai kalian karena Allah..

Jumat, 07 Maret 2014

Konsekuensi Jadi Pemimpin

Bissmillahirrahmanirrahim
Bada tahmid dan shalawat,,
Setelah 1 tahun menjadi sso yg mengambil keputusan di UKMI FKM. Ya Rabb, mudah2 an stiap kputusan yg tlh diambil adlh krn ingin meraih Ridho Mu semata.
Pemimpin,
Ketika melihat pjalanan seorang siti khodijah, betapa bnyk pembelajrn dan perubahan diri. Saat menjadi pemimpin , belajar utk cpt mngambil keputusan, siap menerima konsekuensi dari setiap keputusan. Banyak pertimbangan dlm mngambil keputusan tp ttp saja tak tahu apakah benar atau salah, tp lakukan ikhtiar tbaik utk mmperolh kputusan. Sampai di akhir kpengurusan, ttp hrs mngambil kputusan..berat!!
Tkadang org ba mnerima dan blapang dada dgn kputusan kita, tp tak bnyk juga yg kecewa dan bpandangn negatif thdp kputusan.
Keputusan yg telah aku ambil smg bnilai kebaikan di sisi Allah.

2.Dalam berbuat juga kita hrs mngambil kputusan..tkadang tak ingin dilakukan, tapi hrs dilakukan utk kebaikan bersama. Saat mendidik adik2 utk disiplin. Saat tegas mngajarkn adik-adik, saat mmbebankan amanah pada adik2, saat mncoba mmbiarkn mereka mandiri dgn menyelesaikn masalah sendiri. Semua itu harus dilakukan, meski kadang ingin mmbantu, ingin bkata yang kuat ya dik, dan lakukan agar mreka tak ksulitn..tp itu adlh kputusan utk mendewasakan..

Menjadi pemimpin, harus siap dgn pujian dan cacian..mungkin ada yg suka dan tak suka, ada yg bahagia dan kecewa..semua ttp hrslah pemimpin terima dan ttp perlakukn mereka dgn baikny..

Menjadi pemimpin tak boleh nampak lemah, hrs kuat dan percaya diri..meski sesungguhnya, hati rapuh dan penuh kesedihan. Kalau lah teringat dulu ketika SMA, aku sering menangis dan tlihat sedih, tp saat jd pemimpin..tak pernah lg tlihat aku mnangis , krn stiap akan mnangis yg ku ingat adlh para prajuritku yg akan ikt mjd lemah krnku..meski sering sesak, aku luapkn di malam sendiri saja.

Sebagai seorang perempuan, aku d sma adlh org yg sgt penyegan..menjadi pemimpin mmbuatku utk lebih berani mnyampaikn kebaikn, berani mnunjukkn diri dan berani mmbuka pcakapan dgn siapa pun..

Pemimpin yg sesungguhnya ialah Rasulullah..
Aku bljr seperti Rasullah yg mncintai umatnya..mnjd pemimpin adlh bljr mencintai org lain dgn sgala ktulusan hati. Cinta tak selalu berbalas, tapi ttp seorang pemimpin akan berikan cinta itu pada org2 yg dipimpinny. Begitu pula aku mencintai setiap org yg telah mnjd bagian dr UKMI FKM, meski hanya sekali ia hadir..

Menjadi pemimpin..banyak catatan penting. Banyak hrs.belajar dan persiapkn diri..semangat memimpin dgn HATI!!

Selasa, 18 Februari 2014

Skripsi itu...

Belajar utk mencintai sebuah pencapaian bernama skripsi. Saat orang-orang hiruk pikuk lalu lalang dengan skripsi, coba menenangkan diri utk mngerjkn sebuah skripsi dengan rasa cinta. Sering kali khawatir melanda, kekhawatiran yg mgkn saja berasal dr makhluk Nya yg bertugas mngacaukan kita..
Untuk skripsi, aku cb melawan diri utk melawan..aku hrs memulai..aku juga berdiskusi dgn diri, utk tidak bergelisah hati..
Semua akan indah pada waktunya bukan?
Untuk puzzle kehidupan yg belum terpasang..insyaAllah akan kutemui hasil yang memuaskan.
Kini yg perlu dipersiapkan adalah kekuatan, kekuatan tempur yang berasal dari Nya.
Tarbiyah Dzatiyah..
Move on yuk..

Sabtu, 11 Januari 2014

Aku Mencintai mereka karena Allah..

ya, ketika mencintai tentu Akan Allah uji dengan bbgai cara..
Mungkin akan ada tangis, sedih, kecewa atau perasaan lainnya..

Tapi aku akan terus mencintai kalian dalam doaku,
diamku tak berarti aku kapok menyayangi,
diamku bukan berarti tak peduli,
diamku...
hanya ingin memberi waktu..
waktu dimana sama-sama bermuhasabah diri..

kusimpan baik " rindu " ini..
kusimpan baik-baik khawatir ini..
dan biarkan kalian lakukan apa yg kalian pilih,
lalu Allah berikan petunjuk yang terbaik untuk kalian,
sampai kita berjumpa kembali dalam kerinduan yang memuncak..
Aku tidak kapok dan tidak akan kapok untuk menyayangi,
apalagi berhenti..
hadirkan wajahmu dalam doaku..
adik, walaupun bukan dari rahim yang sama..
tapi telah Allah tanamkan kecintaan sejak kita bertemu dan sampaikan cita-cita mulia kita..
Ketika rindu, akan semakin aku lambungkan doaku..
Hanya Allah yang menjadi sebaik-baik pelindung,
Lalu ku titipkan engkau kepada sebaik-baik pelindung..
Lalu aku akan terus mencintaimu adik..
Maaf untuk segala kurang dan salah..
karena inilah hakikatnya Cinta, tak ada alasan lain..
hanya mencinta dan terus mencintai karena Allah..

Aku mencintai adik karena Allah..
Ana Uhibbuk Fillah..

Untuk adik2 yang mgkn kini sedang mencari-cari..

Kamis, 17 Oktober 2013

Tokoh Inspirasi part 1

Jika ditanya soal Idola, ya Rasulullah jawabannya..
Tapi, aku bertemu dengan banyak orang yang menginspirasi dalm hidupku, hingga aku memiliki cita-cita menjadi seseorang yang juga menginspirasi orang laiin, bahkan banyak orang.

Aku suka bercerita, aku suka menyemangati seseorang, aku suka menasihati, aku suka memberi masukan, aku suka menyampaikan sesuatu dengan menggebu-gebu dan banyak lagi.. Yah, tidak lain dan tidak bukan, ini adalah hasil karya dari Interaksi dengan orang-orang yang menjadi inspirator dalam hidup seorang Siti Khodijah Parinduri, let's start with Bismillah..

Dan dari tulisan ini, ingin memperkenalkan tokoh tersebut secara random..urutan bukan menjadi prioritas, yang sedang inngin ditulis yah ditulis aja.

Siti Khadijah, istri Rasulullah penerima salam dari Allah melalui Jibril..
Nama Siti memang bisa dibilang kuno pada zaman modern saat ini, ya mungkin orang lebih suka dan bangga dengan nama yang kebarat-barat gitulah..Saat SD, rasanya memang mulai merasa minder, gak pede dan aneh dengan nama sendiri. Sampai pada satu waktu, seorang guru agama menyanjung nama Siti Khodijah, eh seperti nama istri Rasulullah ya.. dengan nada bangga. Wah, senang rasanya dan mulai ingin tahu sosok Siti Khodijah yang dikenal seluruh muslim itu. Beranjak SMA, aku pun ingin sekali membaca buku yang baru saja keluar dengan judul Siti Khadijah, hingga akhirnya sahabat-sahabat ku memberikan buku tersebut, aku senang bukan kepalang sampai menangis. Akhirnya buku berwarna merah jambu itu terbaca hingga akhir, buku tersebut membawa kita tertawa, tersenyum, menangis, bersemangat dan bangga..Semenjak membaca buku itu, terutama di bagian sosok Siti Khodijah, aku semakin bangga atas nama yang aku bawa. Aku ingin menjadi Siti Khodijah yang paling tidak mendekati beliau yang sangat luar biasa. Poin yang aku peroleh adalah, Siti Khodijah pemberani, cerdas, pedagang hebat, sabar, dermawan, setia, mulia di hadapan Allah..Haaa senangnya memiliki nama ini. jujur,rasanya bangga sekali memilik nama yang sama dengan sosok yang luar biasa, sosok yang memeperoleh salam dari Sang Pencipta melalui Jibril.Sejak saat itu, walaupun ada yang secara blak-blak an mengatakan namaku kolot banget, aku sudah tak peduli dan tak berpengaruh.. Ya yang kolot itu dia, ga tau siapa Siti Khodijah..

So, I still try to be a good person, a good creature like Siti Khadijah do ...
Aku akan terus bergerak, layaknya Khadijah yang luar biasa..


Umakku sayang, Punya Cinta dengan Caranya
Umak memang bisa dibiilang tidak bisa memanjakan kami, sering kami ditegur ini dan itu, dibebaskan ini dan itu, klo ada masalah di sekolah dimarahin klo nangis dan cerita ke umak, tak ingat aku kapan dipeluk, dicium atau disayang-sayang umak.. Tapi itu dulu, saat masih kecil berpikir anak-anak dan ingin diperhatikan. Kini dan bahkan sejak SMA aku mulai sadar bahwa banyak cara umak dalam mendidik dan menyayangi kami. Sering memang dimarahi dan ditegur ini itu, tapi sekarang aku merasakan bahwa apa yang umak lakukan sangat bermanfaat bagiku saat ini, Jarang ditanya saat aku pergi dengan teman, yap itu karena umak ingin mengajarkan aku untuk bisa dipercaya, lalu kemandirian, tidak cengeng dan menjadi seseorang yang kuat di masyarakat. Klo masalah disayang, aku sangat tersadar saat aku sakit parah, betapa kasih sayang umak dan ayah yang semula aku merasa tak aku rasakan, disitulah tumpah air mata sejadi-jadinya.. Bagaimana umak tak tidur, umak mengusap-usap kepalaku, tidur disampingku ..aaaa tak terkira lagi sayangnya, begitu juga ayah yang awalnya ga pernah usap-kepalaku, saat itu aku disayang bahkan sampai ayah menangis lihat kondisiku..Banyaak sekali yang aku dapatkan dari umak.

Aku bertekad ingin seperti umak, seorang ibu yang wonderwomen, seorang ibu yang berkorban sepanjang hidupnya, meski hati berulangkali ditusuk, seorang istri yang taat, seorang ibu yang semua dilakukan untuk anaknya, seorang ibu yang tak mengenal lelah untuk berikan yang terbaik, seorang ibu yang tegar, seorang ibu yang sangat aku cintai.

Ayah, motivator Siti kecil
Sejak kecil ayah sering menceritakan kisah ayah berjuang di perantauan, sejak menjadi pedagang asongan, buruh, sampai saat ini Allah berikan kemurahan rezeki untuk kami bisa sekolah yhingga perguruan tinggi. Ayah selalu berkata kepada kami, kalian harus lebih sukses dari ayah. Itulah yang memotivasi aku ketika bersekolah. Ayah memang galak bukan main, klo belajar sama ayah siap-siap nangis... Kami selalu dituntut untuk jadi nomor satu, kala nilai bagus, bukan selamat yang keluar, tapi pertanyaan selanjutnya, ada yang lebih tinggi? yah aku tetap terus berjuang sampai aku benar-benar juara 1 di kelas.
Alhamdulillah tercapai juara 1, lalu aku harus masuk SMP favorit dan alhamdulillah aku masuk, kemudian SMA favorit aku pun masuk. Walaupun begitu, prestasiku di SMP dan SMA tak lagi juara, tapi aku bisa survive dan ayah bangga ketika ditanya orang, apalagi saat ambil rapor ke sekolahku. Dan maaf ayah, FK tak bisa siti persembahkan karena memang itu punya prestise yang tinggi, tapi Siti yakin bukan tempat yang baik untuk siti. Siti baru sadar, selama siti di SMP dan SMA sibuk mengejar prestasi, seisi rumah sering lihat wajah mumet siti, atau wajah lelah bahkan mungkin jarang berkomunikasi...begitulah kehidupan SMP 1 dan SMA 1..Sebenarnya, banyak yang siti tahan demi ayah dan umak, terutama saat SMP, siti pernah bilang pengen pindah.

Ayah juga mengajarkan untuk apa adanya, siti sering diantar pakai mobil buntung ayah dan malu saat SMP dan SMA, karena teman-teman datang denga mobil sedannya.. tapi ayah terus mengantar siti, walaupun tau sikap siti yang malu sama teman. sering minta diturunin sebelum sekolah atau sesudah sekolah. Dasar, aku tumbuh dengan kesombongan-kesombongan kecil.

Kak Sri, seorang kakak, motivator, problem solver
Ka Sri adalah sosok yang mengajarkan kami bertiga untuk survive di sekolah, untuk menjadi anak yang berbakti dan menjadi muslimah yang menutup auratnya.
Kami berempat sering duduk bersam dan bercerita, ka sri adalah orang yang suka memberikan masukan luar biasa ajaib ampuh..hehe
dari ka sri, siti banyakk belajar..belajar kritis, berani, tanggung jawab, tegas dan kuat. Banyak sekali yang beliau ajarkan, gak terbataslah pokonya. Beliau memang jutek, cerewet dan suka berdebat, tapi itulah sisi positif ka sri yang membentuk kami. Kami jadi orang yang kritis dan tidak mudah dibodohi. Ka sri juga yang sering memotivasi kami, sehingga kami percaya diri. pokoknya Ka Sri menginspirasi banget.


Ka Wilda
, dari musuh bebuyutan jadi seseorang yang amat sabar
Kakakku yang satu ini adalah temen berantem masa kecil dulu, klo sekarang sedikit adu mulut aja, hehe. Yap, beliau mengajarkan aku tentang kesabaran yang luar biasa. Dibalik dirinya yang dulu cuek abis, ternyata ia kakak yang sangat perhatian, sangat memikirkan adik-adiknya. Ka wilda sering mungkin mencoba mengekspresikan sayangnya, namun kami adik-adiknya sering salah paham. Sering mungkin ka wilda menangis karena kami, maaf ya ka. Kakak yang satu ini luar biasa hebat, berjuang dalam tekanan, tersenyum dalam sakitnya..

Ratna, berani hadapi masalah
Sepupu kesayangan, temen curhat abis-abisan..dari masalah sekolah, keluarga dll..Aku belajar banyak dari gadis yang satu ini. Hidupnya agak berbeda, banyak lika-likunya tapi aku bangga sama ratna yang bisa lalui semuanya. Kesabarannya, kekuatannya dan keikhlasannya membuatku sadar untuk selalu bersyukur. Ratna itu hebat banget buat aku, selalu bangkit..

Ria, sudah besar
Yah, bocah ini dalah adik kesayanganku yang semakin besar semakin susah dijangkau...Tapi aku belajar dari dia, untuk amat lembut dan sayang sama umak, murah senyum dan suka menolong.Pengen dengar lagi cerita dia, dan aku dengan semangat kasih ceramah 3 sks, haha

Teh Yanti, selembut hatinya
Teteh yang manis dan cantik ini adalah teteh favoritku dulu. Ia yang membuat aku semakin mengenal indahnya ukhuwah, berdakwah dan menjadi muslimah..kasih sayangnya luar biasa mempesona. Gerak-geriknya penuh optimisme dan kelembutan. Aku semakin cinta dengan departemen Tarbiyah Intern karena ada ukhuwah yang sangat indah di dalamnya. Aku pun disadarkan untuk menjadi orang yang siap menolong siapa saja, selalu berpikir positif dan bangga akan apa yang ada pada diri ini. Teteh pernah denger aku curhat ortu yang mau cerai, teteh peluk aku yang nangis, waa indahnya. Sampai teteh berikan aku pengserut dan bros(masih ada sampai sekarang brosnya). love you so much, sampai pernah kita ketemu setelah lama ga ketemu aku nangis dan waktu PODS juga aku nangis sebenarnya karena sedih ga ada teteh lagi..

Teh Lia, inspiratorku
Murabbi luar biasa..
Banyak banget ilmu dari teh lia, sampai tak bisa lagi dituliskan. sangat menginspirasi , dan sangat berpengaruh besar terhadap hidupku. Yang memperkenalkan dengan jelas kata Dakwah, yang mendidik, yang mengayomi..banyaaaaak sudah aku dapatkan. Sangat bersyukur bisa bertemu teh Lia.

Aku, bukanlah aku yang sesungguhnya..
Aku adalah akumulasi dari orang-orang yang menginspirasiku..

to be continue...


Ultah ke-22

Setiap manusia akan mengalami masanya, waktu terus berjalan dan usia terus bertambah. Aku, seseorang yang telah merasakan panjang perjalanan, puzzle demi puzzle dan hikmah demi hikmah. Dan pada tanggal 14 oktober kali ini, merasakan dahsyatnya rasa senang ketika dihujani doa-doa dan ucapan selamat, walau banyak dari teman-teman yang lama tak jumpa..
Yang paling menyenangkan adalah hari ini..
Dapat surprise dari keluarga besar rumah bang Dharma Salapian, MaAi, MaGe, BangLes, Uci similikitiew,Iin,Baby Hui,Men-men(Mia dan Unni lg di medan)...
Selamat ulang tahun kami ucapkan...itulah lagu pertama yang mereka nyanikan sambil membawa kue masuk kamar dan loncat0loncatan di springbed tidur, hehe..

Ya Allah, bersyukur rasanya sampai pada usia ke-22.. Setiap langkah, setiap masalah, setiap suka dan duka yang telah Engkau berikan selalu menjadi cerita indah dan selalu berakhir dengan hikmah. Pada hakikatnya, Engkaulah sebaik-baik penulis skenario hidupku.
Sebelum ini aku punya rencana A, namun kini aku engkau balikkan hati untuk menuju yang lainnya..
Untukmu yang telah memberi warna hidupku, terima kasih teman-teman..

Saat yang lain sibuk dengan agenda dakwahnya, Allah beri aku hadiah spesial..
Orang-orang yang menyayangiku dan aku sayangi kasih kue, meski belum lama kami bersama..Love keluarga besar, semoga semua hal manis yang akan kita ingat^^






Jumat, 31 Mei 2013

Lihatlah Pemimpin di Bumi mu..


Pada bangsa yang carut marut, bangsa yang bobrok, bangsa yang tak punya jati diri, bangsa yang mencela dirinya sendiri, bangsa yang ku diami..
Siang hari pertama kali melangkahkan kaki, memberanikan diri untuk pergi ke puskesmas padang bulan untuk menanyakan mengenai POSLANSIA. Nada keras dari petugas keluar karena kami seorang mahasiswa yang hendak mencari tahu, dengan lantang, mata semakin membesar dan urat semakin terangkat, “ Dari mana kalian? Mana suratnya!!” .
Hal tersebut sudah terbayangkan sebelum kami melangkah kesana, aku telah mempersiakan diri dan topic untuk mengalihkan. Aku katakan bahwa hendak merekomendasikan para lansia yang ada di sekitar rumahku untuk datang ke poslansia. Barulah salah satu petugas menjelaskan kalau ada di daerah gg.dipa….., huft..hanya informasi itu saja haruskah saya mengurus surat-surat yang birokrasinya pun lama, belum lagi nada ketus tata usaha kampus. Tak heran kalau mengurus surat di kampus nanti mereka akan mengatakan 2 minggu lagi ya..yah, keburu tugas udah dikumpul.
Di hari yang lain, saya beranikan diri untuk menemui kepling yang ada di lingkungan 1. Begitu bertemu, tokoh itu sedang bermain game anak-anak, tanpa malu ia menyuruh kami duduk dan berkata,” Ambil saja kursinya, sambil santai aja ya” sembari melanjutkan game nya. Ya Rabb, itulah pemimpin para warga yang malah asik bermain game dan bukan mengurus lingkungan yang diamanahkan kepadanya.
Masuk ke dalam topik, saya mulai memperkenalkan diri bahwa saya adalah seorang mahasiswa FKM USU, saya mulai menanyakan mengenai pengurus poslansia. Bukan jawaban dengan penuh semangat ingin menjelaskan kepada kami, namun ia malah bertanya,” Ini untuk apa? Tugas individu kah atau dari kampus?”, saya pun bingung dengan maksud pertanyaannya itu toh tugas saya ya tentunya dari kampus!. Lalu saya coba menjawab tugas kampus pak, dan ia amat sangat semangat menjawab” Ya buat surat ke lurah dululah!! Kan saya punya atasan, nanti saya kasi tau aib kami kalian beberkan”. Ya Allah!!
Bahkan ketika saya menjelaskan perihal tugas tersebut dia malah berkata,”keliatan kan kamu bohongnya!!” siapa sekarang yang bohong PAK!!!!
Betapa banyaknya mungkin keburukan kalian sampai kalian takut kami mengetahuinya, sampai sebuah poslansia yang amat kecil pun harus seperti itu kalian tutupi!!
Parahnya lagi, ia mengungkit-ngungkit bahwa sudah banyak mahasiswa yang datang seperti saya dan mereka pun bawa batik atau baju sebagai ucapan terimakasih. Bobroknya mental pemimpin ini!!Belum lagi cercaannya kepada petugas puskesmas dan cerita kewenangannya untuk menandatangani dalam mencairkan dana jalan petugas puskesmas.
Risihnya melihat tingkahnya, sayapun mulai mempersiapkan diri untuk meninggalkannya dan menuju rumah tempat poslansia. Inilah kondisi Indonesia, dipenuhi oleh pemimpin yang tak punya integritas!! Maka, tunggu apalagi? Kalian harus bergerak, memberikan upaya terbesar untuk mereduksi tindakan tak bermoral itu. Dan kalian, kita sebagai mahasiswa apakah akan mengukir cerita yang sama? Atau menjadi orang yang sama seperti cerita di atas. Harapan untuk memperbaiki itu tak kan henti, meski kau tak percaya, AKU TERUS PERCAYA DAN BERUSAHA!! SAMPAI HABIS WAKTUKU!!