memulai dari yang harus dimulai..
melakukan untuk yang harus kulakukan
menjalani hari ini, penuh energi extra^^
Setiap yang terjadi menjadi warna hidup yang pada akhirnya selalu menjadi pelangi yang indah..pelangi ini akan menginspirasi banyak insan..
Kamis, 11 Oktober 2012
Essay tanoto, request ima..
Mimpi Besar Kerja Besar Sarjana Kesehatan Masyarakat
Siti Khodijah Parinduri
Lulus sebagai siswi Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Bogor saya memikirkan berbagai pilihan untuk masa depan saya, hingga akhirnya saya memilih Fakultas Kesehatan Masyarakat yang memang belum begitu di kenal di masyarakat. Saya bertanya kepada mahasiswi yang telah menjalani kuliah di Fakultas Masyarakat Universitas Indonesia secara detail. Memperoleh penjelasan rinci dan jelas membuat saya tertarik untuk menjadi bagian dari mahasiswi kesehatan masyarakat. Bagi saya fakultas kesehatan masyarakat adalah pencetak generasi yang peduli akan kesehatan masyarakat, kesejahteraan masyarakat dan menjadi agen perubahan bagi kemakmuran bangsa ini. Sebaik-baik manusia adalah yang dapat bermanfaat bagi lingkungannya, dan sebaik-baik generasi muda adalah yang dapat berbuat untuk bangsanya. Saya sebagai bangsa Indonesia, memulai langkah itu dengan menjalani perkuliahan di Fakultas Kesehatan Masyarakat demi membangun bangsa yang sehat, produktif dan makmur. Jika semua orang ingin duduk santai di kantor saja, lalu siapa yang akan mengurus masyarakat yang ada di jalan, pedesaan, wilayah terpencil atau tempat-tempat beresiko terhadap kesehatan masyarakat, maka saya ingin menjadi bagian dari salah satu orang-orang yang akan bergerak untuk membangun Indonesia yang sehat.
Sejak menjadi pelajar saya menyukai hal-hal di bidang kesehatan, mulai dari artikel mengenai kesehatan, iklan kesehatan dan informasi mengenai kesehatan sering saya perhatikan dan sampaikan kembali kepada keluarga maupun teman. Pesan kesehatan rasanya belum tersampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia karena masih banyak kebiasaan –kebiasaan hidup sehat yang belum diterapkan ataupun sekedar diketahui oleh masyarakat. Padahal kesehatan merupakan tonggak dari menjalani aktivitas dan meraih kesuksesan. Jadi Fakultas Kesehatan Masyarakat memiliki potensi besar dalam membangun bangsa ini, maka diperlukan tenaga sarjana kesehatan masyarakat yang memang benar-benar profesional dan serius dalam menjalankan fungsinya di masyarakat.
Lulus sebagai sarjana kesehatan masyarakat dan memperoleh IPK cumlaude saya akan lanjutkan studi S2 melalui program beasiswa luar negeri maupun dalam negeri. Memperoleh bekal yang cukup kemudian langsung mengaplikasikannya dalam partisipasi aktif, baik bergabung dengan pemerintah melalui Dinas Kesehatan maupun mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat, yang memiliki visi meningkatkan kesehatan masyarakat dan menyejahterakan masyarakat. Setelah terbentuknya lembaga swadaya masyarakat, mulailah dikembangkan agar dapat melingkupi semua daerah di Indonesia dengan berbagai program yang kreatif dan inovatif. Sama halnya dengan ketika saya bersekolah saat ini mencoba mencari beasiswa untuk melanjutkan studi, tentu saya akan membantu generasi muda nanti dengan memberikan bantuan dana untuk melanjutkan studinya. Seiring berkembangnya kegiatan-kegiatan untuk membangun kesehatan bangsa ini, saya akan mencoba untuk berkeliling ke daerah-daerah yang membutuhkan perhatian akan kesehatan masyarakat serta membina masyarakat agar dapat membiasakan hidup sehat dan mandiri. Langkah lainnya ialah menciptakan lapangan pekerjaan dengan membuka usaha dagang yang dapat memberikan keuntungan yang kemudian dapat mempekerjakan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Satu lagi yang sangat ingin saya wujudkan ialah menulis sebuah buku yang nantinya dapat dibaca oleh orang lain dan dapat memotivasi, menginspirasi maupun membuka cakrawala pembaca.
Mimpi-mimpi besar ini terinspirasi dari pengamatan saya sendiri terhadap bangsa ini. Ketika duduk di SMP, saya selalu melewati orang-orang yang duduk dipinggir trotoar dengan baju compang-camping serta tubuh yang tak terurus. Mungkin sebagian dari mereka sudah tidak waras namun, sebagian lagi masih terlihat waras dan sehat namun apa yang dilakukan mereka tidak sehat. Belum lagi melihat anak-anak kecil yang bekerja serta ditengah kerasnya kehidupan kota membuat mereka tak lagi nampak seperti anak-anak. Melihat keberhasilan bangsa lain dalam menangani masalah kesehatan maupun kemiskinan memotivasi saya untuk belajar dari luar negeri, kemudian membawanya kembali untuk bangsa Indonesia. Kembali kata-kata “Sebaik-baik manusia adalah yang bermafaat untuk lingkungannya” menginpirasi saya untuk menulis dan menjadikan tulisan saya adalah alat untuk menebarkan ilmu yang saya miliki serta sarana berkomunikasi terhadap bangsa Indonesia di berbagai belahan.
Inspirasi terbesar saya adalah Rasulullah SAW, beliau adalah seorang pemimpin yang hangat terhadap umatnya, cerdas dalam mengatasi persoalan dan gigih dalam berjuang. Ayah dan Ibu saya adalah inspirator serta motivator terbesar saya selama menjalani kuliah, berkat kerja keras mereka membiaya saya kuliah dan memberikan nutrisi terbaik untuk saya hingga saya menjadi orang yang sadar akan kesehatan dan menjadi orang yang peduli akan lingkungan. Saya akan sukses, itulah janji saya untuk mereka. Sukses dalam kebermanfaatan sukses dalam menghadapi rintangan dan sukses menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. Saya yakin apapun rintangan, kesulitan, maupun terjal yang harus saya lalui akan ada penyelesaiannya, tak boleh berputus asa karena orang tua saya tak pernah mengajarkan untuk berputus asa dan mereka tak pernah berputus asa dalam memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.
Langkah demi langkah mulai ditapaki untuk tujuan itu, mulai dari meningkatkan indeks prestasi, dari 3.78 menjadi 3.96, memperoleh beasiswa PPA(Peningkatan Prestasi Akademik) di tahun lalu, mengikuti organisasi dalam mengembangkan diri serta jiwa kepemimpinan, menjadi motivator diri dan teman-teman di kampus serta menyusun berbagai rencana serta strategi jangka pendek maupun jangka panjang. Kini saya sedang berwirausaha bersama seorang kakak kelas, yaitu mendirikan usaha bernama TOSCA yang merupakan usaha jasa penjualan barang. Usaha ini baru dirilis ketika bulan Januari 2012, masa dimana mahasiswa akan pulang kampung maka kami mengambil kesempatan tersebut untuk menjual jasa pembelian oleh-oleh khas Medan seperti bika ambon, bolu gulung dan kue lainnya. Program selanjutnya yang akan dirilis adalah penjualan baso bakar di kampus kami dengan menggaji seorang pegawai untuk menjaganya.
Mimpi melanjutkan studi S2 ke luar negeri memotivasi saya untuk melanjutkan mengikuti bimbingan bahasa Inggris untuk mempersiapkan diri dalam percakapan dan TOEFL nantinya. Selain itu, beberapa buku maupun referensi lainnya telah saya targetkan untuk dikumpulkan setiap minggunya agar sedapat mungkin memproleh banyak kesempatan mengajukan beasiswa. Sejak saat ini saya berwirausaha dan menabung untuk pendidikan S2 saya nantinya. Memulai untuk membiasakan menulis dan membaginya melalui facebook maupun blog pribadi menjadi cara saya melatih kemampuan menulis, bahkan saya sedang berusaha memasukkan tulisan ke beberapa media massa. Banyak langkah yang harus dijalani untuk impian besar dan cita-cita besar, karena hidup saya bukan untuk diri saya sendiri dan kesuksesan bagi saya adalah ketika sukses membangun bangsa ini, memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitar saya. Saatnya Indonesia bangkit. Ayo bangkit generasi muda!
Cerita Sore ini..
Kehidupan itu bagai roda, kadang di atas dan kadang di bawah
begitu pula perjalanan hari ini banyak kehidupan yang terlihat..
dari menunggu dosen hanya untuk meminta izin untuk memberikan surat rekomendasi
sampai ke masjid dakwah...
langkahku pelan tapi menarik,
setiap langkah ku nikmati keindahannya..
mulai dari melihat perjuangan seorang calon magister yang mempertahankan judul tesisnya
betapa wajahnya peniuhn keseriusan dan mungkin asa yang besar..
lalu kutemui keluarga kecil,
yang terdiri dari ayah, adik kecil perempuan, adik kecil laki-laki yang menjadi abang si perempuan kecil dan abang yang sudah lebih besar..
ada suasana bahagia disana
mereka bermain bola dan adik kecil perempuan pun menangis meminta bolanya
indahnya sang abang yang badannya pun kecil menghapiri si adik dan memberikan bolanya..betapa menariknya kehidupan anak kecil, yang mungkin lebih dewasa dari orang-orang dewasa..
lalu ada ufo yang berlampu kulihat,
tertawa kecil membayangkan betul-betul seperti ufo..
namun jauh dari ufo tersebut, nampak langit indah yang sungguh menyejukkan hati..mengingatkan kembali kebesaran-Nya..
Ada lagi 2 tempat sekumpulan orang yang berlari-lari dalam kelompok..
mereka adalah tim ukm olahraga yang sedang berlatih..
banyak kehidupan terjadi sore ini,,dan semuanya menarik...
Semoga sore selanjutnya semakin indah.dan menambah kesyukuran kita akan hidup ini^^
Rabu, 03 Oktober 2012
Karya tak dinilai berharga
Menang dalam lomba debate competition juara 1 dan 3, dalam kategori nouvice kami sangka akan membuat fakultas kesehatan masyarakat bangga akan hal tersebut. Kami coba ajukan proposal untuk pembayaran pendaftaran dan lain-lain. alhasil tak sampai 50% dari yang kami ajukan yang dapat diuangkan. Kami pun coba berbicara kepada pihak kemahasiswaan untuk mencari solusi bagaimana agar fakultas mau menambahkannya meski sedikit. Pembicaraan panjang pun terjadi dan memang selalu terjadi, kami sebagai pendengar yang baik tentunya. Pihak kemahasiswaan memang menasihati kami agar membuat proposal dengan pengajuan dana yang besar. Hal ini karena memang sebagai pengalaman, fakultas tak pernah memberikan dana sesuai yang tercantum atau bahkan jika diberikan setengahnya saja sangat beruntung. dari hal ini kemahasiswaan mengajarkan agar kami membuat anggaran besar, beliau berkat ini bukan menipu , tapi kita harus bisa menempatkan diri dimana kita berpijak, ya beginilah kondisi negara kita.. harus berbohong??.. Melihat diriku berjilbab menutupi dada, mungkin terpikir oleh beliau untuk mengatakan bahwa untuk membahas tentang mualim atau syariat-syariat ga usalah disini, kita harus memisahkannya..
Nah, aku agak risih sebenarnya, saat Islam dianggap sebgai penghalang. padahal sebenarnya, bukankah islam yang menjadikan dunia ini indah, tak ada lagi penjajajhan terhadap wanita, tak ada lagi budak-budak yang diperlakukan tak manusiawi, dan tak ada lagi hal buruk lainnya...itu karena adanya ISlam dalam nilai kehidupan kita, lalu bagaimana bisa mengatakan hahrus memisahkan Islam dengan hal ini. panas memuncak, tapi keimananku masih hanya bisa diam dan menahan emosi, sama seperti ketika masih ada muslim yang mempertanyakan tindakan protes akan pembuatan film innocent of muslims, Hai orang muslim!! kalau bukan kita yang memperjuangkan Islam, lalu apa yang ingin kau lakukan? hanya duduk melihat apa yang terjadi atau bergerak untuk Islam!!
Birokrasi memang tak kunjung usai, selalu bermasalah dan belum tersusun rapi
Sedihnya lagi, aku dituduh berbohong!!padahal stanmpel pema ketika kami minta memang tidak ada.
Nah, aku agak risih sebenarnya, saat Islam dianggap sebgai penghalang. padahal sebenarnya, bukankah islam yang menjadikan dunia ini indah, tak ada lagi penjajajhan terhadap wanita, tak ada lagi budak-budak yang diperlakukan tak manusiawi, dan tak ada lagi hal buruk lainnya...itu karena adanya ISlam dalam nilai kehidupan kita, lalu bagaimana bisa mengatakan hahrus memisahkan Islam dengan hal ini. panas memuncak, tapi keimananku masih hanya bisa diam dan menahan emosi, sama seperti ketika masih ada muslim yang mempertanyakan tindakan protes akan pembuatan film innocent of muslims, Hai orang muslim!! kalau bukan kita yang memperjuangkan Islam, lalu apa yang ingin kau lakukan? hanya duduk melihat apa yang terjadi atau bergerak untuk Islam!!
Birokrasi memang tak kunjung usai, selalu bermasalah dan belum tersusun rapi
Sedihnya lagi, aku dituduh berbohong!!padahal stanmpel pema ketika kami minta memang tidak ada.
Senin, 30 Juli 2012
Yang Tak Menyenangkan, Sangat Membahagiakan..
Malam ke-10 Ramadhan..
Setelah waktu istirahatku lebih banyak dari biasanya, ku buka laptop dan melihat dunia..setelah sekian lama rasanya hanya berkutat pada harga sembako, makan, tidur..
Masa liburan tentu menjadi agenda yang sangat menyenangkan untuk kebanyakan orang, berbagai acara telah disiapkan untuk menghabiskan waktu liburan. Siapa yang tidak berbahagia, libur selama kurang lebih 1 bulan, bebas dari agenda rutin pergi ke kampus, syuro, pekerjaan kos dan moment sedikit mengkerutkan kening jikalau uang kiriman(malu bilangnya) sudah hampir sekarat..
Ada yang merencanakan akan menghabiskan film yang telah dibeli, bertekad menamatkan buku-bukunya, jalan-jalan, berwirausaha mungkin sampai yang paling luar biasa..menghafal Al-Qur'an^^
Sama halnya dengan kebanyakan sahabat lainnya, aku pun memiliki beberapa planning liburan..seperti haruus lancar mengendarai motor, hafalan Qur'an 2 juz, ibadah yang konsisten, ikut program tahsin,membuat tulisan , menamatkan beberapa buku.. wah banyak deh...selagi muda buanyak banget yang "ingin" dilkukan. Yap disinilah penyakit aku, a good planner but poor action..sedikit yang terrealisasikan..
Karena memang kondisinya lebih menantang, dimana aku harus mampu menyelipkan planningku dalam agenda wajibku, Birrul walidain...membantu menjaga warung di rumah..
Lingkungan rumah merupakan lingkungan pendatang, dimana lingkungannya sepi banget, kurang kekeluargaan antar warga dan kegiatan masyarakat tak hidup.. Ramadhan pun berlalu tanpa ada kegiatan istimewa di bulan Ramadhan..Huaa gemasnya bukan main..Apalagi untuk terawih tak terasa khidmat,,
Sedihnya aku tak merasakan semangat Ramadhan, nuansa berlomba-lomba dalam kebaikan dan kenikmatan bulan Ramadhan dalam hiruk pikuk manusia yang berangkat ke masjid berbondong-bondong..
itulah ujiannya...
Tak hanya liburan kali ini, liburan sebelum-sebelumnya pun sama, semenjak SMP masa liburan aku habiskan untuk membantu orang tua menjaga warung. Bedanya, ketika dulu SMP aku membantu menjaga warung grosir ayah di pasar gunung batu yang sudah ada beberapa anak buah disana, jadi aku lebih banyak sebagai kasir..hehe. Dan ketika SMP dulu aku sering cemberut karena di suruh ke pasar gunung batu, padahal aku ingin merasakan liburan seperti teman-teman yang lainnya.. Tapi tetap aku gak mau jadi anak durhaka, walaupun cemberut dan bertingkah aku tetap pergi..
Sedangkan sejak SMA dan sekarang aku harus membantu ibu menjaga warung di rumah..kebetulan toko grosir ayah sudah tutup, jadi semua kebutuhan dari warung di rumah..ditambah lagi ada cicilan mobil..Jadi, cari rezeki lebih ekstra giat...Ibu dan ayah jualan sayur di rumah jadi jam setengah empat sudah belanja ke pasar..Sangat-sangat melelahkan, tapi itulah kekuasaan Allah, ibuku begitu kuat..
Aku selama libur di warung tapi hanya sebagai yang "membantu" ibu di warung, itu pun aku bangun tidak secepat ibu..tapi siangnya tetap aku tidak kuat kalau tidak istirahat..Jadi bisa dibayangkan bagaimana lelahnya..Tapi ibu selalu kuat, dibalik tubuhnya yang tak setegap dulu, mahkotanya yang semakin putih, tubuhnya yang tak lagi kencang, tapi beliau lebih kuat.
Menjaga warung, bertemu berbagai watak, sikap dan perilaku banyak orang..
Mulai dari yang sabar menanti, tak sabar menunggu gilirannya dilayani, cerewet dengan wadah, suka menawar, yang suka bercanda, menggosip di warung, orang setengah waras yang belanja, sampai yang lucu yaitu anak-anak yang sedang jajan^^ semuanya menjadi nano-nano yang manis asam asin tapi jadi rame rasanya..
Untuk teman-temanku yang merasa liburannya hilang karena harus membantu orang tua...
lagi-dan lagi kembali kita ingatkan diri kita, bahwa apa yang kita lakukan adalah bagian dari perintah-Nya, birrul walidain yang tentu menjadi bagian dari bentuk kecintaan kita kepada-Nya..
memang saat menjalaninya terasa lelah, jenuh, menjengkelkan atau ada bisikan-bisikan "ngapain sih kamu kerja-kerja begini? masih muda tau, harusnya hepi-hepi.." langsung tepiskan saja karena itu bukan dari hati-mu..tapi syaiton, hawa nafsu lah yang mengganggumu. So, jalan terusss, luruskan niat, jadikan indah hari-hari kita...
Taukah dari rutinitas liburan menjaga warung aku jadi belajar banyak hal :
menahan emosi, bagaimana bersikap terhadap banyak orang, mengambil keputusan, melihat semua orang itu sama(kan kalau ada yang belanja statusnya semua pembeli, gak tau tuh mana pembeli yang pejabat, dokter, hakim, tukang becak dll semua dilayanin sebagai pembeli), bagaimana berjualan atau strategi berbisnis, bagaimana kita bisa meyakinkan dan mempengaruhi orang lain dan belajar banyak hal dari berbagai macam pembeli...
Poin penting yang ingin disampaikan selain hal di atas
"ketika jadi pembeli, jadilah pembeli yang baik..tak menawar terlalu rendah, bersikap sopan dan santun meski pembeli adalah raja, sabar dan tak masalah kan kalau pembeli juga membahagiakan penjual seperti memberikan senyuman begitu...bukan cuma protes.."
Jadi belajar untuk menjadi pembeli yang baik^^
Di kamarku@BOGOR
Setelah waktu istirahatku lebih banyak dari biasanya, ku buka laptop dan melihat dunia..setelah sekian lama rasanya hanya berkutat pada harga sembako, makan, tidur..
Masa liburan tentu menjadi agenda yang sangat menyenangkan untuk kebanyakan orang, berbagai acara telah disiapkan untuk menghabiskan waktu liburan. Siapa yang tidak berbahagia, libur selama kurang lebih 1 bulan, bebas dari agenda rutin pergi ke kampus, syuro, pekerjaan kos dan moment sedikit mengkerutkan kening jikalau uang kiriman(malu bilangnya) sudah hampir sekarat..
Ada yang merencanakan akan menghabiskan film yang telah dibeli, bertekad menamatkan buku-bukunya, jalan-jalan, berwirausaha mungkin sampai yang paling luar biasa..menghafal Al-Qur'an^^
Sama halnya dengan kebanyakan sahabat lainnya, aku pun memiliki beberapa planning liburan..seperti haruus lancar mengendarai motor, hafalan Qur'an 2 juz, ibadah yang konsisten, ikut program tahsin,membuat tulisan , menamatkan beberapa buku.. wah banyak deh...selagi muda buanyak banget yang "ingin" dilkukan. Yap disinilah penyakit aku, a good planner but poor action..sedikit yang terrealisasikan..
Karena memang kondisinya lebih menantang, dimana aku harus mampu menyelipkan planningku dalam agenda wajibku, Birrul walidain...membantu menjaga warung di rumah..
Lingkungan rumah merupakan lingkungan pendatang, dimana lingkungannya sepi banget, kurang kekeluargaan antar warga dan kegiatan masyarakat tak hidup.. Ramadhan pun berlalu tanpa ada kegiatan istimewa di bulan Ramadhan..Huaa gemasnya bukan main..Apalagi untuk terawih tak terasa khidmat,,
Sedihnya aku tak merasakan semangat Ramadhan, nuansa berlomba-lomba dalam kebaikan dan kenikmatan bulan Ramadhan dalam hiruk pikuk manusia yang berangkat ke masjid berbondong-bondong..
itulah ujiannya...
Tak hanya liburan kali ini, liburan sebelum-sebelumnya pun sama, semenjak SMP masa liburan aku habiskan untuk membantu orang tua menjaga warung. Bedanya, ketika dulu SMP aku membantu menjaga warung grosir ayah di pasar gunung batu yang sudah ada beberapa anak buah disana, jadi aku lebih banyak sebagai kasir..hehe. Dan ketika SMP dulu aku sering cemberut karena di suruh ke pasar gunung batu, padahal aku ingin merasakan liburan seperti teman-teman yang lainnya.. Tapi tetap aku gak mau jadi anak durhaka, walaupun cemberut dan bertingkah aku tetap pergi..
Sedangkan sejak SMA dan sekarang aku harus membantu ibu menjaga warung di rumah..kebetulan toko grosir ayah sudah tutup, jadi semua kebutuhan dari warung di rumah..ditambah lagi ada cicilan mobil..Jadi, cari rezeki lebih ekstra giat...Ibu dan ayah jualan sayur di rumah jadi jam setengah empat sudah belanja ke pasar..Sangat-sangat melelahkan, tapi itulah kekuasaan Allah, ibuku begitu kuat..
Aku selama libur di warung tapi hanya sebagai yang "membantu" ibu di warung, itu pun aku bangun tidak secepat ibu..tapi siangnya tetap aku tidak kuat kalau tidak istirahat..Jadi bisa dibayangkan bagaimana lelahnya..Tapi ibu selalu kuat, dibalik tubuhnya yang tak setegap dulu, mahkotanya yang semakin putih, tubuhnya yang tak lagi kencang, tapi beliau lebih kuat.
Menjaga warung, bertemu berbagai watak, sikap dan perilaku banyak orang..
Mulai dari yang sabar menanti, tak sabar menunggu gilirannya dilayani, cerewet dengan wadah, suka menawar, yang suka bercanda, menggosip di warung, orang setengah waras yang belanja, sampai yang lucu yaitu anak-anak yang sedang jajan^^ semuanya menjadi nano-nano yang manis asam asin tapi jadi rame rasanya..
Untuk teman-temanku yang merasa liburannya hilang karena harus membantu orang tua...
lagi-dan lagi kembali kita ingatkan diri kita, bahwa apa yang kita lakukan adalah bagian dari perintah-Nya, birrul walidain yang tentu menjadi bagian dari bentuk kecintaan kita kepada-Nya..
memang saat menjalaninya terasa lelah, jenuh, menjengkelkan atau ada bisikan-bisikan "ngapain sih kamu kerja-kerja begini? masih muda tau, harusnya hepi-hepi.." langsung tepiskan saja karena itu bukan dari hati-mu..tapi syaiton, hawa nafsu lah yang mengganggumu. So, jalan terusss, luruskan niat, jadikan indah hari-hari kita...
Taukah dari rutinitas liburan menjaga warung aku jadi belajar banyak hal :
menahan emosi, bagaimana bersikap terhadap banyak orang, mengambil keputusan, melihat semua orang itu sama(kan kalau ada yang belanja statusnya semua pembeli, gak tau tuh mana pembeli yang pejabat, dokter, hakim, tukang becak dll semua dilayanin sebagai pembeli), bagaimana berjualan atau strategi berbisnis, bagaimana kita bisa meyakinkan dan mempengaruhi orang lain dan belajar banyak hal dari berbagai macam pembeli...
Poin penting yang ingin disampaikan selain hal di atas
"ketika jadi pembeli, jadilah pembeli yang baik..tak menawar terlalu rendah, bersikap sopan dan santun meski pembeli adalah raja, sabar dan tak masalah kan kalau pembeli juga membahagiakan penjual seperti memberikan senyuman begitu...bukan cuma protes.."
Jadi belajar untuk menjadi pembeli yang baik^^
Di kamarku@BOGOR
Selasa, 05 Juni 2012
Menjadi SKM berkualitas
Alhamdulillah, hikmah datang dari lisan siapa saja... meski tak mengaku sebagai Dai', tapi bagi saya penyampai kebaikan adalah da'i..wallahu'alam
Menjadi Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat bagi sebagian orang bukanlah hal yang membanggakan, atau menyenangkan atau bahkan dirasa menjadi keterpaksaan. But not for me!!
Everyone has a reason to make a decision of their live, and I do!!
My Decision is to raise my ability in planning and organizing of the public development by studying at Public Health Faculty, University of North Sumatra..
Yaa, I have been studying for two years here..
so many experiences, life's education, friends, stories and meaningful activity for me.
For the beggining i felt desperate because my campus was near to the faculty of medicine and almost all of my friends were not really happy and prod to be a part of public health.. But, i push myself to be confidence and strong enough to against all of the negative side. Again, i really sad for the culture there, there is no high competition that can force us to be more active and upgrade my ability. There was too late for the technology and languange(english). Yaa, for the first year was time to manage mself to be confidence and have a big dream. I trust everyone can be success from a different way, and i have a strategy to cover the underestimate one from my friend or the other people to public health faculty. Maybe, nowadays public health faculty can not show the best one like the other popular faculty, but i am going to be more serious to show up that we had a big role in a big reformation. This time, just start it with bismillah..and let your best effort speak up, how you give a big role for this country..
will be continue
Menjadi Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat bagi sebagian orang bukanlah hal yang membanggakan, atau menyenangkan atau bahkan dirasa menjadi keterpaksaan. But not for me!!
Everyone has a reason to make a decision of their live, and I do!!
My Decision is to raise my ability in planning and organizing of the public development by studying at Public Health Faculty, University of North Sumatra..
Yaa, I have been studying for two years here..
so many experiences, life's education, friends, stories and meaningful activity for me.
For the beggining i felt desperate because my campus was near to the faculty of medicine and almost all of my friends were not really happy and prod to be a part of public health.. But, i push myself to be confidence and strong enough to against all of the negative side. Again, i really sad for the culture there, there is no high competition that can force us to be more active and upgrade my ability. There was too late for the technology and languange(english). Yaa, for the first year was time to manage mself to be confidence and have a big dream. I trust everyone can be success from a different way, and i have a strategy to cover the underestimate one from my friend or the other people to public health faculty. Maybe, nowadays public health faculty can not show the best one like the other popular faculty, but i am going to be more serious to show up that we had a big role in a big reformation. This time, just start it with bismillah..and let your best effort speak up, how you give a big role for this country..
will be continue
Rabu, 16 Mei 2012
Beruzla??
hei kau sebagai manusia, tak mengerti aku padamu..
saat dulu datang dengan sebongkah angan dan cita, ingin yang kuat akan berbagai aktivitas untuk umat..
Namun kini tak tegar lagi menghadapi badai, yang datangnya dari dirimu sendiri..
Gelisah, cemas, ragu dan kecewa adalah penyakit hati yang menjadikan kekuatan itu terkikis dalam rusaknya iman dan akal..Ketika hati yang hanya didengarkan, membuat kita merasa menjadi orang yang paling tak berbahagia. Padahal lihat keluar!! hei hati yang lemah tak kuat akan semangat..
Keputusan beruzla untuk mengumpulkan kembali semangat yang sempat terjenuhkan atas kata "syuro" yang menghabiskan agenda dari senin sampai minggu ku memberikan banyak cerita. Saat banyak sekali yang harus diselesaikan aku memutuskan beruzla, ahh kini terkesan melarikan diri jadinya.. banyak yang terzalimi, banyak yang menumpuk, bahkan menambah masalah bagiku.
ya, aku JENUH!! kata itu tak bisa kututupi lagi..berjalan menjalankan amanah bagai zombi. Sebenarnya ketika SMA dulu lelah seperti apapun tak masalah bahkan aku rasa lebih lelah dari ini, bahkan sampai rumah pukul 9 malam..yah mungkin hanya menangis sekejap lalu kembali seperti semula.
Kini yang aku rasakan, atau hanya prasangka yang malah membuat aku berdosa, aku bertemu dengan banyak orang soleh dan solehah yaa.. hmmm, aku hanya dipandang untuk menjalankan amanah-amanah..selain itu, tak ada...Memang Dakwah fardiyah ketika di awal semua orang bertutur baik, bersikap perhatian, mendukung dan melihatku sebagai adik kecil yang untuk diayomi. Uhh..kini sudah menjadi kakak, sudah tak pantas lagikah? aku dilihat sebagai seorang adik, yang ketika bertemu bukan hanya pekerjaan-pekerjaan yang harus kulakukan. Bukan pekerjaan yang kukeluhkan, bukan jalan dakwah yang berliku yang kusalahkan dan bukan azzam yang memudar yang kukatakan.. Tapi aku hanya ingin dianggap sebagai manusia..Rii bilang mungkin karena siti masih belum terbiasa dengan kebiasaan atau budaya Medan. Yah, hari setelah ku bercerita pada riri sedikit tenang sampai berpuncak pada acara KAMPUS MADANI, rasanya semua tumpukan itu sudah memenuhi dada.. akhirnya aku pun beruzla, tak mau ikut syuro apapun 1 selama seminggu..dan terpikir untuk lepaskan sebagian amanah dakwah itu, sampai aku benar-benar bingung.. Ingin bercerita dan bertanya pendapat pun tak tahu pada siapa,,
Karena tak ada lagi lingkar ajaib itu...
Pada ka nadia as Ka dept. KAMUS, afwan jiddan telah menyusahkan dan mungkin sampai menzalimi.
Ka Annisa Ikhsan as Sekpan DMS 2, afwan tak amanah..
Najmi saudaraku as ketua panitia DMS 2 afwan ukhti
Dian as sekpan OSIC, afwan ..
Ayu as sekpan Trasi Keju afwan..
Ka Lailan as MOT DMS 2 afwan..
seluruh tim MAI FKM
afwan atas ketidakhadiran siti pada syuro..
sejak senin siti melarikan diri dari semua syuro itu yang semuanya beruntut dan berderet terhitung dari senin sampai hari ini..Siti gak mau zalim sebenarnya, tapi gak mau kalian lihat wajah siti yang ga semangat dan menularkan hal itu. Sudah dicoba seakan tak ada masalah, tapi rasanya tak bisa..masih sebatas ketika di perkuliahan siti bisa coba ceria..
Tapi, setelah direnungkan..Masa bodo perlakuan orang bagaimana, aku tetap harus berjalan..tapi mulai kini harus tegas, harus kukatakan tidak saat memang sudah melampaui rasanya..
Semangat, satu kata yang keluar dari seorang abang di fkm:) rasanya begitu berarti..betul-betul menambah semangat:)
SEMANGAT!! mulai saat ini tak peduli lagi, meski semua mengacuhkan, semua tak mendukungkku, meski aku harus sendiri biar jadi ceritaku saja dengan-Nya..aku tetap harus berjalan..
sejak kemarin 4wi tunjukkan satu per satu jawaban, mulai dari memperoleh data L-Mai kulihat video2.. tak sangka melihat video kisah sumayyah, kisah seorang ayah dan ibu, tak jauh dari itu tak sengaja membaca blog orang lain, mengingat tagline ketika dulu akalku masih sehat.. hmmm hingga sekarang sedikit sesak sudah kukeluarkan, dengan cara yang sama... caraku sendiri:) semoga esok pagi senyum merekah bisa ku tebarkan kembali:) selamat pagi semangat^^
saat dulu datang dengan sebongkah angan dan cita, ingin yang kuat akan berbagai aktivitas untuk umat..
Namun kini tak tegar lagi menghadapi badai, yang datangnya dari dirimu sendiri..
Gelisah, cemas, ragu dan kecewa adalah penyakit hati yang menjadikan kekuatan itu terkikis dalam rusaknya iman dan akal..Ketika hati yang hanya didengarkan, membuat kita merasa menjadi orang yang paling tak berbahagia. Padahal lihat keluar!! hei hati yang lemah tak kuat akan semangat..
Keputusan beruzla untuk mengumpulkan kembali semangat yang sempat terjenuhkan atas kata "syuro" yang menghabiskan agenda dari senin sampai minggu ku memberikan banyak cerita. Saat banyak sekali yang harus diselesaikan aku memutuskan beruzla, ahh kini terkesan melarikan diri jadinya.. banyak yang terzalimi, banyak yang menumpuk, bahkan menambah masalah bagiku.
ya, aku JENUH!! kata itu tak bisa kututupi lagi..berjalan menjalankan amanah bagai zombi. Sebenarnya ketika SMA dulu lelah seperti apapun tak masalah bahkan aku rasa lebih lelah dari ini, bahkan sampai rumah pukul 9 malam..yah mungkin hanya menangis sekejap lalu kembali seperti semula.
Kini yang aku rasakan, atau hanya prasangka yang malah membuat aku berdosa, aku bertemu dengan banyak orang soleh dan solehah yaa.. hmmm, aku hanya dipandang untuk menjalankan amanah-amanah..selain itu, tak ada...Memang Dakwah fardiyah ketika di awal semua orang bertutur baik, bersikap perhatian, mendukung dan melihatku sebagai adik kecil yang untuk diayomi. Uhh..kini sudah menjadi kakak, sudah tak pantas lagikah? aku dilihat sebagai seorang adik, yang ketika bertemu bukan hanya pekerjaan-pekerjaan yang harus kulakukan. Bukan pekerjaan yang kukeluhkan, bukan jalan dakwah yang berliku yang kusalahkan dan bukan azzam yang memudar yang kukatakan.. Tapi aku hanya ingin dianggap sebagai manusia..Rii bilang mungkin karena siti masih belum terbiasa dengan kebiasaan atau budaya Medan. Yah, hari setelah ku bercerita pada riri sedikit tenang sampai berpuncak pada acara KAMPUS MADANI, rasanya semua tumpukan itu sudah memenuhi dada.. akhirnya aku pun beruzla, tak mau ikut syuro apapun 1 selama seminggu..dan terpikir untuk lepaskan sebagian amanah dakwah itu, sampai aku benar-benar bingung.. Ingin bercerita dan bertanya pendapat pun tak tahu pada siapa,,
Karena tak ada lagi lingkar ajaib itu...
Pada ka nadia as Ka dept. KAMUS, afwan jiddan telah menyusahkan dan mungkin sampai menzalimi.
Ka Annisa Ikhsan as Sekpan DMS 2, afwan tak amanah..
Najmi saudaraku as ketua panitia DMS 2 afwan ukhti
Dian as sekpan OSIC, afwan ..
Ayu as sekpan Trasi Keju afwan..
Ka Lailan as MOT DMS 2 afwan..
seluruh tim MAI FKM
afwan atas ketidakhadiran siti pada syuro..
sejak senin siti melarikan diri dari semua syuro itu yang semuanya beruntut dan berderet terhitung dari senin sampai hari ini..Siti gak mau zalim sebenarnya, tapi gak mau kalian lihat wajah siti yang ga semangat dan menularkan hal itu. Sudah dicoba seakan tak ada masalah, tapi rasanya tak bisa..masih sebatas ketika di perkuliahan siti bisa coba ceria..
Tapi, setelah direnungkan..Masa bodo perlakuan orang bagaimana, aku tetap harus berjalan..tapi mulai kini harus tegas, harus kukatakan tidak saat memang sudah melampaui rasanya..
Semangat, satu kata yang keluar dari seorang abang di fkm:) rasanya begitu berarti..betul-betul menambah semangat:)
SEMANGAT!! mulai saat ini tak peduli lagi, meski semua mengacuhkan, semua tak mendukungkku, meski aku harus sendiri biar jadi ceritaku saja dengan-Nya..aku tetap harus berjalan..
sejak kemarin 4wi tunjukkan satu per satu jawaban, mulai dari memperoleh data L-Mai kulihat video2.. tak sangka melihat video kisah sumayyah, kisah seorang ayah dan ibu, tak jauh dari itu tak sengaja membaca blog orang lain, mengingat tagline ketika dulu akalku masih sehat.. hmmm hingga sekarang sedikit sesak sudah kukeluarkan, dengan cara yang sama... caraku sendiri:) semoga esok pagi senyum merekah bisa ku tebarkan kembali:) selamat pagi semangat^^
Langganan:
Postingan (Atom)